Perencanaan Pembelajaran Mendalam Berbasis
Kurikulum Cinta
Mata Pelajaran: IPAS
Fase: B
Kelas: 3
Capaian Pembelajaran: Menjelaskan bentuk
dan fungsi pancaindra.
Jumlah Pertemuan: 2 kali pertemuan
Identifikasi 1
- Murid:
Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum belajar, seperti pengetahuan
awal tentang pancaindra, minat terhadap cara kerja tubuh, latar belakang
budaya yang mungkin memengaruhi pemahaman, dan kebutuhan belajar
individual (misalnya, ada yang lebih suka visual, auditori, atau
kinestetik). Aspek lainnya meliputi gaya belajar dominan dan preferensi
dalam aktivitas kelompok atau mandiri. 2
- Materi Pelajaran: Analisis materi pelajaran meliputi: 3
- Jenis pengetahuan: Konseptual (memahami bentuk dan fungsi pancaindra), faktual
(nama-nama pancaindra dan bagian-bagiannya), prosedural (cara merawat
pancaindra). 4
- Relevansi dengan kehidupan nyata: Pentingnya pancaindra dalam aktivitas sehari-hari (makan,
bermain, belajar), bahaya jika tidak merawat pancaindra. 5
- Tingkat kesulitan: Materi dasar, dapat disesuaikan dengan contoh konkret yang
dikenal anak. 6
- Struktur materi: Pengenalan pancaindra, fungsi masing-masing,
bagian-bagiannya, cara merawatnya. 7
- Integrasi nilai dan karakter: Rasa syukur atas anugerah pancaindra, tanggung jawab menjaga
kesehatan tubuh, peduli terhadap sesama yang mungkin memiliki
keterbatasan pancaindra. 8
- Dimensi Profil Lulusan: 9
- Keimanan dan Ketakwaan terhadap
Tuhan YME 10
- Penalaran Kritis 11
- Kreativitas 12
- Kolaborasi 13
- Kemandirian 14
- Kesehatan 15
- Komunikasi 16
- Panca Cinta: 17
- Cinta Allah dan Rasul-Nya 18
- Cinta Ilmu 19
- Cinta Diri dan Sesama Manusia 20
Desain Pembelajaran 21
- Capaian Pembelajaran: Menjelaskan bentuk dan fungsi pancaindra. 22
- Lintas Disiplin Ilmu: Bahasa Indonesia (kosakata tentang pancaindra), Seni Budaya
(menggambar pancaindra), Agama (syukur nikmat). 23
- Tujuan Pembelajaran: 24
- Pertemuan 1: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyebutkan
nama-nama pancaindra dengan tepat setelah mengamati gambar dan
mendengarkan penjelasan guru. 25
- Pertemuan 2: Peserta didik mampu menjelaskan fungsi masing-masing
pancaindra dan mengaitkannya dengan aktivitas sehari-hari setelah
melakukan pengamatan langsung atau percobaan sederhana. 26
- Materi Terintegrasi dengan
Kurikulum Berbasis Cinta: 27
- Cinta Allah dan Rasul: Menyadari bahwa pancaindra adalah anugerah dari Tuhan yang
harus disyukuri dan dijaga. 28
- Cinta Ilmu: Termotivasi untuk belajar lebih banyak tentang tubuh manusia
dan cara kerjanya. 29
- Cinta Diri dan Sesama Manusia: Memahami pentingnya menjaga kesehatan pancaindra sebagai
bentuk mencintai diri sendiri, dan mengembangkan empati terhadap orang
lain yang memiliki keterbatasan pancaindra. 30
- Topik Pembelajaran: Pancaindra dan Fungsinya. 31
Praktik Pedagogis 32
- Model/Strategi/Metode: Pembelajaran Berbasis Masalah (siswa dihadapkan pada skenario
bagaimana jika salah satu pancaindra tidak berfungsi), Pembelajaran
Kontekstual (menghubungkan fungsi pancaindra dengan pengalaman pribadi
siswa). 33
- Kemitraan Pembelajaran: 34
- Orang tua: Membantu siswa mengamati
penggunaan pancaindra di rumah. 35
- Guru bidang studi lain:
Berkolaborasi dalam penggunaan bahasa (Bahasa Indonesia) atau kreasi
(Seni Budaya). 36
- Peserta didik lain: Berdiskusi dalam
kelompok. 37
- Lingkungan Pembelajaran: 38
- Ruang kelas: Diskusi kelompok,
presentasi. 39
- Lingkungan luar sekolah (halaman
sekolah/taman): Pengamatan langsung (mendengar suara, mencium bau bunga,
melihat warna). 40
- Dukungan guru: Memfasilitasi diskusi
dan memberikan umpan balik konstruktif. 41
- Pemanfaatan Digital: 42
- Video edukasi tentang pancaindra. 43
- Gambar interaktif dari perpustakaan
digital untuk identifikasi pancaindra. 44
- Kuis daring singkat untuk mengecek
pemahaman. 45
Pengalaman Belajar 46
Pertemuan 1: Identifikasi Pancaindra
- AWAL (berkesadaran, bermakna,
menggembirakan) 47
- Pembuka: Guru menyapa siswa dengan ceria, mengajak siswa melakukan
gerakan ringan yang melibatkan pancaindra (misal: "Sekarang pejamkan
mata kalian, apa yang kalian dengar?"). Orientasi bermakna dengan
menanyakan "Apa yang membuat kita bisa melihat, mendengar, mencium,
merasakan, dan meraba?". Apersepsi kontekstual dengan meminta siswa
mengingat pengalaman menggunakan pancaindra dalam aktivitas sehari-hari
(misal: "Bagaimana rasanya es krim?"). Motivasi menggembirakan
dengan menunjukkan gambar atau video singkat yang menarik tentang
keajaiban pancaindra. 48
- INTI (berkesadaran, bermakna,
menyenangkan) 49
- Memahami: 50
- Guru menampilkan gambar/video
berbagai aktivitas yang menggunakan pancaindra (misal: makan, membaca,
mendengarkan musik). 51
- Siswa diajak mengidentifikasi
pancaindra yang digunakan dalam setiap aktivitas. 52
- Guru menjelaskan nama-nama
pancaindra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) dan letaknya pada
tubuh. 53
- Mengaplikasi: 54
- Siswa secara individu atau kelompok
kecil menunjuk dan menyebutkan nama pancaindra pada teman atau model
tubuh. 55
- Melakukan permainan tebak
pancaindra berdasarkan deskripsi fungsinya. 56
- Merefleksi: 57
- Siswa berbagi perasaan dan
pengalaman saat mempelajari pancaindra. 58
- Guru memfasilitasi diskusi tentang
betapa pentingnya menjaga pancaindra sebagai anugerah Tuhan. 59
- PENUTUP (berkesadaran, bermakna,
menggembirakan) 60
- Guru memberikan umpan balik
konstruktif terhadap partisipasi siswa. Menyimpulkan pembelajaran dengan
merangkum nama-nama pancaindra. Siswa diajak untuk memikirkan cara
menjaga pancaindra mereka sebagai bagian dari perencanaan pembelajaran
selanjutnya. 61
Pertemuan 2: Fungsi Pancaindra dan Cara Merawatnya
- AWAL (berkesadaran, bermakna,
menggembirakan) 62
- Pembuka: Mengulang kembali nama-nama pancaindra melalui lagu atau
tepuk tangan. Apersepsi dengan menanyakan "Apa gunanya mata kita?
Apa gunanya telinga kita?". Motivasi dengan menunjukkan beberapa
objek yang bisa diidentifikasi melalui pancaindra (misal: bunga untuk
dicium, buah untuk diraba/dicicipi). 63
- INTI (berkesadaran, bermakna,
menyenangkan) 64
- Memahami: 65
- Guru menjelaskan fungsi
masing-masing pancaindra dengan bantuan media visual dan audio. 66
- Siswa melakukan percobaan sederhana
(misal: mencicipi makanan dengan mata tertutup, meraba tekstur benda). 67
- Diskusi kelompok tentang bagaimana
pancaindra membantu kita berinteraksi dengan dunia. 68
- Mengaplikasi: 69
- Siswa membuat peta pikiran atau
poster sederhana tentang fungsi pancaindra. 70
- Memainkan peran simulasi situasi
sehari-hari yang membutuhkan penggunaan pancaindra (misal: menyeberang
jalan). 71
- Mendiskusikan dan menyusun daftar
cara merawat pancaindra. 72
- Merefleksi: 73
- Siswa menuliskan satu hal baru yang
mereka pelajari tentang pancaindra dan bagaimana mereka akan
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 74
- Guru memfasilitasi refleksi tentang
rasa syukur dan tanggung jawab dalam menjaga kesehatan pancaindra. 75
- PENUTUP (berkesadaran, bermakna,
menggembirakan) 76
- Guru memberikan penguatan positif
atas partisipasi dan pemahaman siswa. Menyimpulkan pentingnya merawat
pancaindra. Siswa diajak untuk terus menjaga pancaindra dan berbagi
pengetahuan dengan teman atau keluarga. 77
Asesmen Pembelajaran 78
- Asesmen pada Awal Pembelajaran: 79
- Observasi: Mengamati partisipasi siswa dalam diskusi awal dan respons
terhadap pertanyaan pancingan untuk mengidentifikasi pengetahuan awal
mereka tentang pancaindra. 80
- Tes Lisan/Kuis Singkat: Beberapa pertanyaan singkat untuk mengetahui sejauh mana
siswa mengenal nama-nama pancaindra. 81
- Asesmen pada Proses Pembelajaran: 82
- Penilaian Kinerja: Observasi saat siswa melakukan percobaan sederhana dan
berperan simulasi. 83
- Penilaian Produk: Penilaian peta pikiran/poster sederhana tentang fungsi
pancaindra. 84
- Observasi: Mengamati kolaborasi dan komunikasi siswa dalam kelompok. 85
- Self Assessment: Siswa mengisi lembar refleksi diri tentang pemahaman mereka.
86
- Asesmen pada Akhir Pembelajaran: 87
- Tes Tertulis: Menggunakan soal pilihan ganda atau isian singkat untuk
mengukur pemahaman bentuk dan fungsi pancaindra. 88
- Penilaian Proyek (opsional): Membuat proyek kecil (misal: "Buku Pancaindraku")
yang menjelaskan nama, fungsi, dan cara merawat pancaindra. 89
- Portofolio: Kumpulan karya siswa (gambar, tulisan refleksi, hasil
diskusi) yang menunjukkan perkembangan pemahaman. 90
Identifikasi 1
- Murid
- Materi Pelajaran:
- Jenis pengetahuan: Konseptual/ prosedural
- Relevansi dengan kehidupan nyata
- Tingkat kesulitan
- Struktur materi
- Integrasi nilai dan karakter
- Dimensi Profil Lulusan: 9
- Panca Cinta
