Selasa, 04 November 2025

 


Perencanaan Pembelajaran Mendalam Berbasis Kurikulum Cinta


Mata Pelajaran: IPAS

Fase: B

Kelas: 3

Capaian Pembelajaran: Menjelaskan bentuk dan fungsi pancaindra.

Jumlah Pertemuan: 2 kali pertemuan


Identifikasi 1

  • Murid: Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum belajar, seperti pengetahuan awal tentang pancaindra, minat terhadap cara kerja tubuh, latar belakang budaya yang mungkin memengaruhi pemahaman, dan kebutuhan belajar individual (misalnya, ada yang lebih suka visual, auditori, atau kinestetik). Aspek lainnya meliputi gaya belajar dominan dan preferensi dalam aktivitas kelompok atau mandiri. 2
  • Materi Pelajaran: Analisis materi pelajaran meliputi: 3
    • Jenis pengetahuan: Konseptual (memahami bentuk dan fungsi pancaindra), faktual (nama-nama pancaindra dan bagian-bagiannya), prosedural (cara merawat pancaindra). 4
    • Relevansi dengan kehidupan nyata: Pentingnya pancaindra dalam aktivitas sehari-hari (makan, bermain, belajar), bahaya jika tidak merawat pancaindra. 5
    • Tingkat kesulitan: Materi dasar, dapat disesuaikan dengan contoh konkret yang dikenal anak. 6
    • Struktur materi: Pengenalan pancaindra, fungsi masing-masing, bagian-bagiannya, cara merawatnya. 7
    • Integrasi nilai dan karakter: Rasa syukur atas anugerah pancaindra, tanggung jawab menjaga kesehatan tubuh, peduli terhadap sesama yang mungkin memiliki keterbatasan pancaindra. 8
  • Dimensi Profil Lulusan: 9
    • Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME 10
    • Penalaran Kritis 11
    • Kreativitas 12
    • Kolaborasi 13
    • Kemandirian 14
    • Kesehatan 15
    • Komunikasi 16
  • Panca Cinta: 17
    • Cinta Allah dan Rasul-Nya 18
    • Cinta Ilmu 19
    • Cinta Diri dan Sesama Manusia 20

Desain Pembelajaran 21

  • Capaian Pembelajaran: Menjelaskan bentuk dan fungsi pancaindra. 22
  • Lintas Disiplin Ilmu: Bahasa Indonesia (kosakata tentang pancaindra), Seni Budaya (menggambar pancaindra), Agama (syukur nikmat). 23
  • Tujuan Pembelajaran: 24
    • Pertemuan 1: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyebutkan nama-nama pancaindra dengan tepat setelah mengamati gambar dan mendengarkan penjelasan guru. 25
    • Pertemuan 2: Peserta didik mampu menjelaskan fungsi masing-masing pancaindra dan mengaitkannya dengan aktivitas sehari-hari setelah melakukan pengamatan langsung atau percobaan sederhana. 26
  • Materi Terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta: 27
    • Cinta Allah dan Rasul: Menyadari bahwa pancaindra adalah anugerah dari Tuhan yang harus disyukuri dan dijaga. 28
    • Cinta Ilmu: Termotivasi untuk belajar lebih banyak tentang tubuh manusia dan cara kerjanya. 29
    • Cinta Diri dan Sesama Manusia: Memahami pentingnya menjaga kesehatan pancaindra sebagai bentuk mencintai diri sendiri, dan mengembangkan empati terhadap orang lain yang memiliki keterbatasan pancaindra. 30
  • Topik Pembelajaran: Pancaindra dan Fungsinya. 31

Praktik Pedagogis 32

  • Model/Strategi/Metode: Pembelajaran Berbasis Masalah (siswa dihadapkan pada skenario bagaimana jika salah satu pancaindra tidak berfungsi), Pembelajaran Kontekstual (menghubungkan fungsi pancaindra dengan pengalaman pribadi siswa). 33
  • Kemitraan Pembelajaran: 34
    • Orang tua: Membantu siswa mengamati penggunaan pancaindra di rumah. 35
    • Guru bidang studi lain: Berkolaborasi dalam penggunaan bahasa (Bahasa Indonesia) atau kreasi (Seni Budaya). 36
    • Peserta didik lain: Berdiskusi dalam kelompok. 37
  • Lingkungan Pembelajaran: 38
    • Ruang kelas: Diskusi kelompok, presentasi. 39
    • Lingkungan luar sekolah (halaman sekolah/taman): Pengamatan langsung (mendengar suara, mencium bau bunga, melihat warna). 40
    • Dukungan guru: Memfasilitasi diskusi dan memberikan umpan balik konstruktif. 41
  • Pemanfaatan Digital: 42
    • Video edukasi tentang pancaindra. 43
    • Gambar interaktif dari perpustakaan digital untuk identifikasi pancaindra. 44
    • Kuis daring singkat untuk mengecek pemahaman. 45

Pengalaman Belajar 46

Pertemuan 1: Identifikasi Pancaindra

  • AWAL (berkesadaran, bermakna, menggembirakan) 47
    • Pembuka: Guru menyapa siswa dengan ceria, mengajak siswa melakukan gerakan ringan yang melibatkan pancaindra (misal: "Sekarang pejamkan mata kalian, apa yang kalian dengar?"). Orientasi bermakna dengan menanyakan "Apa yang membuat kita bisa melihat, mendengar, mencium, merasakan, dan meraba?". Apersepsi kontekstual dengan meminta siswa mengingat pengalaman menggunakan pancaindra dalam aktivitas sehari-hari (misal: "Bagaimana rasanya es krim?"). Motivasi menggembirakan dengan menunjukkan gambar atau video singkat yang menarik tentang keajaiban pancaindra. 48
  • INTI (berkesadaran, bermakna, menyenangkan) 49
    • Memahami: 50
      1. Guru menampilkan gambar/video berbagai aktivitas yang menggunakan pancaindra (misal: makan, membaca, mendengarkan musik). 51
      2. Siswa diajak mengidentifikasi pancaindra yang digunakan dalam setiap aktivitas. 52
      3. Guru menjelaskan nama-nama pancaindra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) dan letaknya pada tubuh. 53
    • Mengaplikasi: 54
      1. Siswa secara individu atau kelompok kecil menunjuk dan menyebutkan nama pancaindra pada teman atau model tubuh. 55
      2. Melakukan permainan tebak pancaindra berdasarkan deskripsi fungsinya. 56
    • Merefleksi: 57
      1. Siswa berbagi perasaan dan pengalaman saat mempelajari pancaindra. 58
      2. Guru memfasilitasi diskusi tentang betapa pentingnya menjaga pancaindra sebagai anugerah Tuhan. 59
  • PENUTUP (berkesadaran, bermakna, menggembirakan) 60
    • Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap partisipasi siswa. Menyimpulkan pembelajaran dengan merangkum nama-nama pancaindra. Siswa diajak untuk memikirkan cara menjaga pancaindra mereka sebagai bagian dari perencanaan pembelajaran selanjutnya. 61

Pertemuan 2: Fungsi Pancaindra dan Cara Merawatnya

  • AWAL (berkesadaran, bermakna, menggembirakan) 62
    • Pembuka: Mengulang kembali nama-nama pancaindra melalui lagu atau tepuk tangan. Apersepsi dengan menanyakan "Apa gunanya mata kita? Apa gunanya telinga kita?". Motivasi dengan menunjukkan beberapa objek yang bisa diidentifikasi melalui pancaindra (misal: bunga untuk dicium, buah untuk diraba/dicicipi). 63
  • INTI (berkesadaran, bermakna, menyenangkan) 64
    • Memahami: 65
      1. Guru menjelaskan fungsi masing-masing pancaindra dengan bantuan media visual dan audio. 66
      2. Siswa melakukan percobaan sederhana (misal: mencicipi makanan dengan mata tertutup, meraba tekstur benda). 67
      3. Diskusi kelompok tentang bagaimana pancaindra membantu kita berinteraksi dengan dunia. 68
    • Mengaplikasi: 69
      1. Siswa membuat peta pikiran atau poster sederhana tentang fungsi pancaindra. 70
      2. Memainkan peran simulasi situasi sehari-hari yang membutuhkan penggunaan pancaindra (misal: menyeberang jalan). 71
      3. Mendiskusikan dan menyusun daftar cara merawat pancaindra. 72
    • Merefleksi: 73
      1. Siswa menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari tentang pancaindra dan bagaimana mereka akan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 74
      2. Guru memfasilitasi refleksi tentang rasa syukur dan tanggung jawab dalam menjaga kesehatan pancaindra. 75
  • PENUTUP (berkesadaran, bermakna, menggembirakan) 76
    • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi dan pemahaman siswa. Menyimpulkan pentingnya merawat pancaindra. Siswa diajak untuk terus menjaga pancaindra dan berbagi pengetahuan dengan teman atau keluarga. 77

Asesmen Pembelajaran 78

  • Asesmen pada Awal Pembelajaran: 79
    • Observasi: Mengamati partisipasi siswa dalam diskusi awal dan respons terhadap pertanyaan pancingan untuk mengidentifikasi pengetahuan awal mereka tentang pancaindra. 80
    • Tes Lisan/Kuis Singkat: Beberapa pertanyaan singkat untuk mengetahui sejauh mana siswa mengenal nama-nama pancaindra. 81
  • Asesmen pada Proses Pembelajaran: 82
    • Penilaian Kinerja: Observasi saat siswa melakukan percobaan sederhana dan berperan simulasi. 83
    • Penilaian Produk: Penilaian peta pikiran/poster sederhana tentang fungsi pancaindra. 84
    • Observasi: Mengamati kolaborasi dan komunikasi siswa dalam kelompok. 85
    • Self Assessment: Siswa mengisi lembar refleksi diri tentang pemahaman mereka. 86
  • Asesmen pada Akhir Pembelajaran: 87
    • Tes Tertulis: Menggunakan soal pilihan ganda atau isian singkat untuk mengukur pemahaman bentuk dan fungsi pancaindra. 88
    • Penilaian Proyek (opsional): Membuat proyek kecil (misal: "Buku Pancaindraku") yang menjelaskan nama, fungsi, dan cara merawat pancaindra. 89
    • Portofolio: Kumpulan karya siswa (gambar, tulisan refleksi, hasil diskusi) yang menunjukkan perkembangan pemahaman. 90

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Identifikasi 1

  • Murid
  • Materi Pelajaran:
    • Jenis pengetahuan: Konseptual/ prosedural
    • Relevansi dengan kehidupan nyata
    • Tingkat kesulitan
    • Struktur materi
    • Integrasi nilai dan karakter
  • Dimensi Profil Lulusan: 9
  • Panca Cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar