SOAL LATIHAN
ASESMEN KOMPETENSI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (AKGTK)
MADRASAH TAHUN 2026
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Berorientasi HOTS • Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) • Kurikulum Berbasis Cinta
Jumlah Soal
: 50 butir (Pilihan Ganda, 5 opsi)
Ruang Lingkup
: Kompetensi Profesional (Kebahasaan, Kesastraan, Keterampilan Berbahasa)
dan Kompetensi Pedagogik (Pembelajaran Mendalam & Kurikulum Berbasis Cinta)
Level Kognitif
: Didominasi C4-C6 (Menganalisis, Mengevaluasi, Mencipta) sesuai kisi-kisi HOTS
Acuan
: Surat Dirjen Pendidikan Islam Nomor B-86/Dt.I.II/KP.02/09/2026
perihal Pelaksanaan AKGTK Madrasah Tahun 2026
Petunjuk Pengerjaan:
1. Bacalah setiap soal, termasuk stimulus/wacana (jika ada), dengan saksama sebelum menjawab.
2. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat di antara lima pilihan (A, B, C, D, atau E).
3. Soal disusun berjenjang kognitif tinggi (HOTS) sehingga menuntut analisis, evaluasi, bahkan sintesis
konsep, bukan sekadar ingatan.
4. Kunci jawaban beserta pembahasan disediakan pada bagian akhir dokumen sebagai bahan refleksi mandiri,
bukan untuk dilihat sebelum menjawab.
5. Gunakan latihan ini sebagai sarana penguatan kompetensi profesional dan pedagogik secara bermakna
(meaningful), bukan sekadar mengejar skor.
"Pendidik yang mengajar dengan penuh cinta akan menumbuhkan peserta didik yang belajar dengan penuh
makna."PROFESIONAL – KEBAHASAAN
1. Manakah kalimat yang paling tepat digunakan dalam laporan hasil penelitian karena memenuhi kaidah
kalimat efektif dan bahasa ilmiah?
A. Daripada penelitian ini menunjukkan bahwa minat baca siswa masih rendah.
B. Penelitian ini menunjukkan bahwa minat baca siswa masih tergolong rendah.
C. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat baca siswa masih rendah.
D. Di dalam penelitian ini yang menunjukkan minat baca siswa masih rendah.
E. Adapun penelitian ini yang menunjukkannya minat baca siswa masih rendah.
Indikator: Menganalisis ketepatan struktur kalimat efektif dalam teks akademik — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
2. Perhatikan kalimat berikut: 'Guru tersebut mensosialisasikan program literasi kepada seluruh siswa.'
Kesalahan pembentukan kata pada kalimat tersebut terletak pada ...
A. Kata 'mensosialisasikan' seharusnya 'menyosialisasikan' karena kaidah luluh KTSP
B. Kata 'tersebut' seharusnya dihilangkan karena mubazir
C. Kata 'kepada' seharusnya diganti 'terhadap'
D. Kata 'seluruh' seharusnya 'semua' agar lebih baku
E. Tidak ada kesalahan pada kalimat tersebut
Indikator: Menganalisis kesalahan penggunaan afiksasi dalam kalimat — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
3. Penulisan tanda baca yang tepat sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EYD Edisi V)
terdapat pada kalimat ...
A. Kepala Madrasah menyampaikan; 'Kegiatan AKGTK wajib diikuti seluruh guru.'
B. Kepala Madrasah menyampaikan, "Kegiatan AKGTK wajib diikuti seluruh guru."
C. Kepala Madrasah menyampaikan: "Kegiatan AKGTK wajib diikuti seluruh guru".
D. Kepala Madrasah menyampaikan "Kegiatan AKGTK wajib diikuti seluruh guru".
E. Kepala Madrasah menyampaikan bahwa; "Kegiatan AKGTK wajib diikuti seluruh guru."
Indikator: Menganalisis pemakaian tanda baca sesuai PUEBI/EYD V — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
4. Dalam surat dinas madrasah, kalimat penutup 'Demikian surat ini kami sampaikan, atas perhatian dan
kerja samanya diucapkan terima kasih' dinilai kurang baku karena ...
A. Terlalu panjang untuk sebuah kalimat penutup surat
B. Kata 'kerja samanya' tidak logis karena imbuhan '-nya' tidak memiliki rujukan (referen) yang jelas
C. Kata 'demikian' tidak boleh digunakan di awal kalimat
D. Kalimat tersebut seharusnya menggunakan kata 'terimakasih' tanpa spasi
E. Struktur kalimat sudah pasif sehingga tidak sesuai ragam surat dinas
Indikator: Mengevaluasi keefektifan diksi dalam konteks komunikasi formal kedinasan — Level Kognitif: C5 (Mengevaluasi)
5. Frasa 'meja hijau' dalam kalimat 'Kasus tersebut akhirnya dibawa ke meja hijau' termasuk perubahan
makna jenis ...
A. Peyorasi
B. Ameliorasi
C. Metafora (makna konotatif)
D. Sinestesia
E. Generalisasi
Indikator: Menganalisis makna gramatikal dan leksikal — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)6. Kalimat 'Bagi siswa yang belum mengumpulkan tugas harap segera menghubungi wali kelas' tidak
efektif karena ...
A. Predikatnya berupa kata kerja aktif
B. Preposisi 'bagi' di awal kalimat menghilangkan subjek sehingga kalimat menjadi tidak bersubjek
C. Kalimat terlalu pendek untuk konteks formal
D. Tidak menggunakan konjungsi antarklausa
E. Menggunakan kata 'harap' yang bersifat ambigu
Indikator: Mengevaluasi kalimat berdasarkan kesepadanan struktur — Level Kognitif: C5 (Mengevaluasi)
7. Perhatikan paragraf berikut: 'Pembelajaran mendalam menuntut keterlibatan emosional siswa. [...] guru
perlu merancang pengalaman belajar yang bermakna, bukan sekadar transfer informasi.' Konjungsi yang
tepat untuk melengkapi bagian rumpang adalah ...
A. Meskipun demikian
B. Oleh karena itu
C. Sebaliknya
D. Padahal
E. Akan tetapi
Indikator: Menganalisis penggunaan konjungsi dalam paragraf argumentasi — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
8. Kalimat 'Guru baru datang ke ruang kelas' berpotensi menimbulkan makna ganda. Sumber ambiguitas
kalimat tersebut adalah ...
A. Pemilihan kata 'ruang kelas' yang tidak spesifik
B. Posisi kata 'baru' yang dapat bermakna keterangan waktu ('baru saja datang') atau atribut nomina
('guru yang baru')
C. Tidak adanya keterangan waktu pada kalimat
D. Kata 'datang' yang merupakan verba intransitif
E. Struktur kalimat yang terlalu ringkas
Indikator: Menganalisis keambiguan struktur kalimat — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
9. Pasangan kata di bawah ini yang seluruhnya sudah baku sesuai KBBI adalah ...
A. praktik, analisis, sistematis, aktifitas
B. praktek, analisa, sistematik, aktivitas
C. praktik, analisis, sistematis, aktivitas
D. praktek, analisis, sistimatis, aktivitas
E. praktik, analisa, sistematis, aktifitas
Indikator: Menerapkan kaidah penulisan kata baku sesuai KBBI — Level Kognitif: C3 (Menerapkan)
10. Kalimat manakah yang paling tepat disisipkan agar paragraf berikut koheren? 'Kurikulum Berbasis
Cinta menekankan relasi guru-siswa yang hangat. ___ Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya
berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga pada tumbuhnya empati dan rasa aman siswa dalam
belajar.'
A. Guru dituntut menguasai teknologi pembelajaran digital.
B. Relasi tersebut dibangun melalui sikap penuh perhatian, penerimaan, dan penghargaan terhadap
keunikan setiap siswa.
C. Kurikulum ini pertama kali diterapkan di beberapa madrasah percontohan.
D. Penilaian dalam kurikulum ini menggunakan rubrik autentik.
E. Kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan implementasi kurikulum.
Indikator: Menganalisis kohesi dan koherensi paragraf — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)11. Ragam bahasa akademik cenderung mengutamakan kalimat pasif dibandingkan aktif. Alasan yang
paling tepat untuk fenomena kebahasaan ini adalah ...
A. Kalimat pasif lebih pendek daripada kalimat aktif
B. Kalimat pasif menonjolkan objek/peristiwa yang diteliti, bukan pelaku, sehingga kesan objektif dan
ilmiah lebih kuat
C. Kalimat aktif tidak diperbolehkan dalam tulisan ilmiah
D. Kalimat pasif lebih mudah dipahami pembaca awam
E. Kalimat pasif menghindari penggunaan kata kerja
Indikator: Menganalisis penggunaan kalimat pasif dan aktif dalam ragam ilmiah — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
12. Kalimat berikut yang sesuai kaidah penulisan huruf kapital dan huruf miring adalah ...
A. Buku Bahasa Indonesia: Menuju Masyarakat Madani ditulis oleh Prof. Anwar.
B. Buku *Bahasa Indonesia: Menuju Masyarakat Madani* ditulis oleh prof. Anwar.
C. buku Bahasa Indonesia: menuju Masyarakat Madani ditulis oleh Prof. Anwar.
D. Buku bahasa Indonesia: Menuju masyarakat Madani ditulis oleh Prof. anwar.
E. Buku Bahasa indonesia: Menuju Masyarakat madani ditulis oleh Prof Anwar.
Indikator: Menganalisis penulisan huruf kapital dan huruf miring — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
13. Kata serapan yang penulisannya SUDAH tepat sesuai kaidah penyerapan bahasa Indonesia adalah
...
A. kualitas, kuantitas, frekwensi, standarisasi
B. kwalitas, kwantitas, frekuensi, standardisasi
C. kualitas, kuantitas, frekuensi, standardisasi
D. kualitas, kuantitas, frekuensi, standarisasi
E. kwalitas, kuantitas, frekwensi, standarisasi
Indikator: Mengevaluasi penggunaan kata serapan yang tepat — Level Kognitif: C5 (Mengevaluasi)
14. Pada kalimat 'Siswa yang rajin membaca akan mudah memahami teks yang kompleks,' klausa 'yang
rajin membaca' berfungsi sebagai ...
A. Predikat utama
B. Objek kalimat
C. Keterangan cara
D. Atributif yang menerangkan nomina 'siswa'
E. Konjungsi penghubung antarklausa
Indikator: Menganalisis fungsi sintaksis dalam kalimat kompleks — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
15. Seorang guru menyapa siswa dengan 'Gimana kabar kalian hari ini, semangat belajarnya?' di kelas,
kemudian menulis di rapor 'Peserta didik menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam aspek
literasi.' Variasi bahasa tersebut menunjukkan gejala ...
A. Interferensi bahasa daerah
B. Alih kode dan campur kode
C. Diglosia/register berdasarkan situasi dan fungsi komunikasi (ragam santai vs ragam resmi)
D. Idiolek guru yang bersangkutan
E. Kesalahan berbahasa (language error)
Indikator: Menganalisis ragam bahasa berdasarkan konteks sosiolinguistik — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
PROFESIONAL – KESASTRAAN16. Bacalah larik puisi berikut: 'Aku ini binatang jalang / dari kumpulannya terbuang.' Majas yang paling
dominan pada larik tersebut adalah ...
Kutipan puisi "Aku" karya Chairil Anwar.
A. Personifikasi
B. Metafora
C. Hiperbola
D. Litotes
E. Ironi
Indikator: Menganalisis unsur intrinsik puisi — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
17. Amanat yang paling tepat direfleksikan dari kutipan cerpen di atas dalam konteks penguatan karakter
siswa berbasis Kurikulum Cinta adalah ...
Ibu tetap tersenyum meski hanya sepiring nasi yang tersisa untuk anaknya. "Makanlah dulu, Nak, Ibu
sudah kenyang," katanya, padahal perutnya sendiri keroncongan sejak pagi.
A. Keberhasilan hidup ditentukan oleh kekayaan materi semata
B. Kasih sayang dan pengorbanan tulus mampu menumbuhkan kekuatan batin seseorang menghadapi
kesulitan
C. Anak harus selalu menuruti seluruh kehendak orang tua tanpa syarat
D. Kemiskinan adalah takdir yang tidak dapat diubah
E. Pendidikan formal bukan hal penting dalam kehidupan
Indikator: Mengevaluasi nilai dan amanat dalam cerpen — Level Kognitif: C5 (Mengevaluasi)
18. Kutipan cerpen pada soal nomor 17 menggunakan sudut pandang ...
A. Orang pertama pelaku utama
B. Orang ketiga serbatahu
C. Orang ketiga pengamat
D. Orang kedua
E. Orang pertama pelaku sampingan
Indikator: Menganalisis sudut pandang penceritaan — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
19. Perbedaan mendasar struktur teks drama dengan prosa naratif terletak pada ...
A. Drama tidak memiliki tokoh dan penokohan
B. Drama disajikan dalam bentuk dialog dan petunjuk laku (kramagung), sedangkan prosa disajikan
dalam bentuk narasi deskriptif
C. Drama tidak memiliki alur cerita
D. Prosa selalu lebih pendek daripada drama
E. Drama tidak dapat mengandung konflik batin tokoh
Indikator: Menganalisis perbedaan struktur teks drama dan prosa — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
20. Dalam merancang pembelajaran mendalam (deep learning) berbasis teks Hikayat, strategi yang
paling tepat untuk mendorong siswa berpikir kritis dan reflektif adalah ...
A. Meminta siswa menghafalkan seluruh isi hikayat secara verbatim
B. Meminta siswa mengidentifikasi nilai moral hikayat, lalu membandingkannya dengan isu kontekstual
masa kini serta merefleksikannya dalam sikap sehari-hari
C. Meminta siswa menyalin ulang teks hikayat tanpa analisis
D. Guru menjelaskan seluruh isi hikayat tanpa melibatkan siswa berdiskusi
E. Menilai siswa hanya berdasarkan kecepatan membaca teks
Indikator: Mengevaluasi relevansi karya sastra klasik dengan konteks pembelajaran mendalam — Level Kognitif: C5
(Mengevaluasi)21. Latar belakang sosial-budaya pengarang, kondisi masyarakat saat karya ditulis, dan nilai-nilai yang
dianut pengarang termasuk dalam kajian ...
A. Unsur intrinsik karya sastra
B. Unsur ekstrinsik karya sastra
C. Struktur fisik puisi
D. Gaya bahasa
E. Alur cerita
Indikator: Menganalisis unsur ekstrinsik karya sastra — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
22. Ciri utama yang membedakan puisi lama (seperti pantun dan syair) dengan puisi baru adalah ...
A. Puisi lama tidak boleh dibacakan, puisi baru boleh dibacakan
B. Puisi lama terikat oleh aturan baku (jumlah baris, rima, dan pola suku kata), sedangkan puisi baru
lebih bebas dalam bentuk dan ekspresi
C. Puisi baru tidak memiliki makna, hanya bunyi
D. Puisi lama selalu ditulis dalam bahasa daerah
E. Puisi baru tidak boleh menggunakan majas
Indikator: Menganalisis jenis puisi berdasarkan bentuk — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
23. Tahap alur ketika tokoh utama dihadapkan pada puncak permasalahan yang menentukan nasib cerita
disebut ...
A. Orientasi/Pengenalan
B. Komplikasi
C. Klimaks
D. Antiklimaks/Resolusi
E. Koda
Indikator: Menganalisis konflik dalam struktur alur cerita — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
24. Pendekatan mengajarkan sastra yang paling selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta
adalah ...
A. Pendekatan struktural yang hanya menekankan hafalan istilah sastra
B. Pendekatan apresiatif-reflektif yang mengajak siswa merasakan, memaknai, dan mengaitkan karya
sastra dengan pengalaman emosional serta nilai kemanusiaan mereka sendiri
C. Pendekatan evaluatif yang hanya menilai ketepatan jawaban tertulis
D. Pendekatan hafalan biografi pengarang tanpa mengaitkan isi karya
E. Pendekatan yang mengharuskan siswa mengkritik karya tanpa memahaminya terlebih dahulu
Indikator: Mengevaluasi pendekatan apresiasi sastra yang memanusiakan siswa — Level Kognitif: C5 (Mengevaluasi)
25. Kalimat 'Wahai generasi muda, bangkitlah! Jangan biarkan kebodohan merampas masa depanmu!'
dalam teks pidato menggunakan gaya bahasa ...
A. Repetisi
B. Retoris dan seruan (elipsis/apostrof)
C. Ironi
D. Sinekdoke
E. Eufemisme
Indikator: Menganalisis gaya bahasa dalam teks pidato/orasi — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
PROFESIONAL – KETERAMPILAN BERBAHASA26. Struktur teks eksposisi yang tepat secara berurutan adalah ...
A. Orientasi – Komplikasi – Resolusi
B. Tesis (pernyataan pendapat) – Argumentasi – Penegasan ulang
C. Abstrak – Orientasi – Krisis – Reaksi – Koda
D. Pembukaan – Isi – Penutup tanpa argumen
E. Definisi umum – Deskripsi bagian – Deskripsi manfaat
Indikator: Menganalisis struktur teks eksposisi — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
27. Bacalah kutipan esai siswa berikut. Kelemahan utama pada paragraf tersebut dari sisi penalaran
adalah ...
"Kemarin saya melihat satu siswa terlambat karena bermain gawai semalaman. Oleh karena itu, dapat
disimpulkan bahwa seluruh siswa zaman sekarang malas dan kecanduan gawai."
A. Kalimatnya terlalu pendek
B. Kesimpulan bersifat generalisasi berlebihan (overgeneralization) karena hanya berdasarkan satu
contoh kasus tanpa data pendukung yang memadai
C. Tidak menggunakan kata baku
D. Paragraf tidak memiliki kalimat utama
E. Terlalu banyak menggunakan kata penghubung
Indikator: Mengevaluasi keterampilan menulis argumentatif siswa — Level Kognitif: C5 (Mengevaluasi)
28. Ciri kebahasaan yang membedakan teks laporan hasil observasi dari teks deskripsi adalah ...
A. Laporan observasi bersifat subjektif dan personal, deskripsi bersifat objektif dan umum
B. Laporan observasi bersifat objektif, umum, dan berdasarkan fakta hasil pengamatan sistematis;
deskripsi cenderung menggambarkan objek tunggal secara rinci dan dapat bersifat personal
C. Keduanya sama persis dan dapat dipertukarkan
D. Laporan observasi tidak menggunakan kalimat definisi
E. Deskripsi selalu menggunakan data statistik
Indikator: Menganalisis teks laporan hasil observasi — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
29. Ketika siswa diminta menilai kredibilitas sebuah artikel berita daring dengan memeriksa sumber,
tanggal terbit, dan bias penulis sebelum memercayai isinya, siswa tersebut sedang mengembangkan
keterampilan ...
A. Membaca literal
B. Membaca kritis (critical literacy)
C. Membaca nyaring
D. Membaca cepat (skimming) semata
E. Membaca ekstensif tanpa evaluasi
Indikator: Menganalisis kompetensi literasi membaca kritis (higher order reading) — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
30. Pasangan tuturan 'Bolehkah saya mengajukan penambahan waktu pengumpulan tugas?' – 'Baik,
saya beri tambahan waktu dua hari dengan syarat tugas dikumpulkan lengkap' merupakan contoh
struktur teks negosiasi bagian ...
A. Orientasi
B. Pengajuan dan penawaran (permintaan–pemenuhan bersyarat)
C. Persetujuan akhir tanpa syarat
D. Penutup
E. Konflik
Indikator: Menganalisis unsur kebahasaan teks negosiasi — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)31. Instrumen penilaian yang paling tepat digunakan untuk menilai keterampilan berbicara siswa dalam
presentasi lisan secara holistik dan bermakna (autentik) adalah ...
A. Tes pilihan ganda tentang teori berbicara di depan umum
B. Rubrik penilaian kinerja yang mencakup aspek isi, sistematika, intonasi/lafal, bahasa tubuh, dan
interaksi dengan audiens
C. Tes tertulis tentang definisi komunikasi
D. Kuis hafalan urutan kalimat pembuka pidato
E. Penilaian hanya berdasarkan durasi bicara
Indikator: Mengevaluasi kemampuan berbicara publik siswa berbasis autentik — Level Kognitif: C5 (Mengevaluasi)
32. Pola pengembangan yang dominan digunakan dalam teks eksplanasi adalah ...
A. Pola sebab-akibat (kausalitas) atau pola proses (kronologis) suatu fenomena
B. Pola perbandingan dua tokoh
C. Pola argumentasi pro-kontra
D. Pola naratif berimajinasi
E. Pola deskripsi ruang
Indikator: Menganalisis teks eksplanasi ilmiah — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
33. Ciri kebahasaan yang menonjol dalam teks prosedur adalah ...
A. Dominan menggunakan kalimat tanya retoris
B. Dominan menggunakan kalimat imperatif (perintah), konjungsi temporal, dan verba material
C. Dominan menggunakan majas metafora
D. Dominan menggunakan kalimat pengandaian tanpa urutan langkah
E. Tidak memerlukan urutan langkah yang sistematis
Indikator: Menganalisis kaidah kebahasaan teks prosedur — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
34. Guru meminta siswa menulis jurnal reflektif harian tentang pengalaman belajar mereka tanpa dinilai
benar-salah, melainkan untuk melatih kejujuran dan kesadaran diri. Strategi ini paling selaras dengan
prinsip ...
A. Penilaian sumatif berbasis angka
B. Pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta yang menumbuhkan kesadaran diri
(self-awareness) dan relasi jujur antara siswa dengan proses belajarnya sendiri
C. Drill soal-soal ujian nasional
D. Pembelajaran hafalan tata bahasa
E. Penilaian yang berorientasi kompetisi antarsiswa
Indikator: Mengevaluasi strategi literasi menulis reflektif — Level Kognitif: C5 (Mengevaluasi)
35. Fungsi sosial utama teks anekdot dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah ...
A. Menghibur semata tanpa pesan tersirat
B. Menyampaikan kritik sosial secara halus melalui humor dan sindiran (satire) yang mengandung
kebenaran
C. Menceritakan kejadian sejarah secara faktual dan kronologis
D. Memberikan instruksi langkah demi langkah
E. Menjabarkan definisi ilmiah suatu konsep
Indikator: Menganalisis unsur kebahasaan teks anekdot — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
PEDAGOGIK – PEMBELAJARAN MENDALAM36. Dalam kerangka pembelajaran mendalam, terdapat tiga dimensi utama yaitu mindful learning,
meaningful learning, dan joyful learning. Penerapan mindful learning pada pembelajaran menulis puisi
paling tepat tercermin dari aktivitas ...
A. Siswa menghafal definisi puisi dari buku teks
B. Siswa diajak hadir penuh kesadaran (present) mengamati dan merasakan objek di sekitar sebelum
menuliskan puisi, bukan sekadar meniru contoh
C. Siswa mengerjakan lembar kerja pilihan ganda tentang jenis puisi
D. Guru membacakan puisi tanpa keterlibatan siswa
E. Siswa menyalin puisi karya orang lain sebagai tugas akhir
Indikator: Menganalisis prinsip pembelajaran mendalam (deep learning) dalam pembelajaran bahasa — Level Kognitif: C4
(Menganalisis)
37. Sebuah pembelajaran menulis surat resmi dikatakan bermakna (meaningful) apabila ...
A. Siswa hanya menyalin format surat dari buku tanpa konteks nyata
B. Materi dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa, misalnya menulis surat permohonan sungguhan
kepada pihak madrasah, sehingga siswa memahami relevansi dan tujuan komunikatifnya
C. Guru menjelaskan seluruh materi ceramah tanpa praktik
D. Siswa mengerjakan soal yang tidak berkaitan dengan konteks kehidupan mereka
E. Penilaian hanya berdasarkan kerapian tulisan tangan
Indikator: Menganalisis penerapan meaningful learning — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
38. Penerapan joyful learning yang tepat dalam pembelajaran teks cerita fantasi adalah ...
A. Pembelajaran hanya diisi permainan tanpa keterkaitan dengan tujuan pembelajaran
B. Siswa diajak menciptakan dunia fantasi mereka sendiri melalui kegiatan kolaboratif yang
menyenangkan, namun tetap terarah pada capaian menulis struktur narasi yang koheren
C. Guru memberikan hukuman bagi siswa yang tidak aktif
D. Pembelajaran ditiadakan dan diganti waktu istirahat
E. Siswa hanya menonton video tanpa releksi atau produk belajar
Indikator: Menganalisis penerapan joyful learning tanpa mereduksi capaian belajar — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
PEDAGOGIK – KURIKULUM BERBASIS CINTA
39. Seorang siswa berulang kali membuat kesalahan berbahasa saat presentasi hingga ditertawakan
teman-temannya. Sikap guru yang paling mencerminkan prinsip Kurikulum Berbasis Cinta dalam
menangani situasi tersebut adalah ...
A. Membiarkan situasi berlangsung karena bukan urusan guru
B. Menegur teman-teman yang menertawakan dengan tegas namun penuh empati, kemudian
memberikan afirmasi dan bimbingan korektif secara pribadi kepada siswa yang bersangkutan agar tidak
kehilangan rasa aman untuk belajar
C. Memarahi siswa yang melakukan kesalahan di depan kelas agar jera
D. Mengabaikan kesalahan berbahasa demi menjaga suasana kelas tetap ramai
E. Meminta siswa tersebut untuk tidak lagi presentasi di depan kelas
Indikator: Mengevaluasi penerapan nilai cinta dalam pengelolaan kelas bahasa — Level Kognitif: C5 (Mengevaluasi)40. Prinsip Kurikulum Berbasis Cinta menekankan relasi guru-siswa yang membebaskan, memandirikan,
dan penuh penerimaan. Praktik pembelajaran Bahasa Indonesia yang PALING TIDAK mencerminkan
prinsip ini adalah ...
A. Guru memberi pilihan topik menulis sesuai minat siswa
B. Guru memberi umpan balik personal dan membangun atas tulisan siswa
C. Guru menetapkan satu format tulisan yang kaku untuk seluruh siswa tanpa ruang ekspresi dan
mengancam nilai rendah bagi yang tidak patuh
D. Guru menciptakan ruang diskusi yang menghargai pendapat berbeda
E. Guru memberi kesempatan siswa merevisi tulisan berdasarkan refleksi diri
Indikator: Menganalisis lima pilar/prinsip Kurikulum Berbasis Cinta dalam praktik — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
PEDAGOGIK – ASESMEN
41. Untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam menelaah teks berita hoaks,
instrumen asesmen yang paling sesuai adalah ...
A. Soal pilihan ganda menanyakan definisi hoaks
B. Soal yang meminta siswa membandingkan dua berita berbeda sumber, mengidentifikasi indikator
kredibilitas, dan menyusun argumen mengapa salah satu berita patut diragukan
C. Soal isian singkat tentang ciri-ciri judul berita
D. Soal menjodohkan istilah jurnalistik dengan definisinya
E. Tes hafalan kode etik jurnalistik
Indikator: Mengevaluasi rancangan asesmen formatif berbasis HOTS — Level Kognitif: C5 (Mengevaluasi)
42. Penerapan 'assessment as learning' dalam pembelajaran menulis teks deskripsi paling tepat
tercermin dari kegiatan ...
A. Guru menilai hasil akhir tulisan siswa tanpa umpan balik proses
B. Siswa melakukan penilaian diri (self-assessment) dan penilaian sejawat (peer-assessment)
menggunakan rubrik, lalu merevisi tulisannya berdasarkan refleksi tersebut
C. Guru memberi nilai angka tanpa deskripsi kualitatif
D. Penilaian dilakukan sekali di akhir semester saja
E. Siswa hanya menerima nilai tanpa proses refleksi
Indikator: Menganalisis prinsip asesmen sebagai proses pembelajaran (assessment as learning) — Level Kognitif: C4
(Menganalisis)
PEDAGOGIK – PERENCANAAN PEMBELAJARAN
43. Tujuan pembelajaran dirumuskan: 'Siswa mampu menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks
eksplanasi.' Kegiatan pembelajaran yang PALING SELARAS (constructively aligned) dengan tujuan dan
asesmen berbasis HOTS adalah ...
A. Siswa menghafal definisi teks eksplanasi lalu mengerjakan tes pilihan ganda tentang definisi
B. Siswa membaca beberapa teks eksplanasi, mengidentifikasi struktur dan pola kebahasaannya,
mendiskusikan temuan dalam kelompok, kemudian menyusun peta analisis dan mempresentasikannya
C. Guru menjelaskan seluruh materi melalui ceramah satu arah tanpa aktivitas siswa
D. Siswa menonton video tanpa tugas analisis lanjutan
E. Siswa mengerjakan teka-teki silang istilah teks eksplanasi
Indikator: Mengevaluasi kesesuaian tujuan pembelajaran dengan kegiatan dan asesmen (keselarasan konstruktif) — Level
Kognitif: C5 (Mengevaluasi)44. Dalam satu kelas terdapat siswa dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Penerapan
diferensiasi proses yang tepat pada pembelajaran memahami isi teks narasi adalah ...
A. Seluruh siswa wajib membaca teks dalam hati tanpa variasi metode
B. Guru menyediakan pilihan: membaca teks disertai infografis (visual), mendengarkan pembacaan
teks (auditori), dan memerankan adegan cerita (kinestetik), sesuai kecenderungan belajar siswa
C. Guru hanya menggunakan metode ceramah untuk semua siswa
D. Guru mengabaikan perbedaan karakteristik siswa demi efisiensi waktu
E. Siswa dengan gaya belajar berbeda diberi materi yang berbeda tingkat kesulitannya, bukan cara
belajarnya
Indikator: Menganalisis penerapan diferensiasi pembelajaran dalam Bahasa Indonesia — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
45. Kegiatan menyusun teks pidato bertema 'Toleransi dalam Keberagaman' yang melibatkan diskusi
lintas perspektif dan presentasi kelompok, paling efektif mengembangkan dimensi profil pelajar berupa ...
A. Kemampuan menghafal fakta sejarah semata
B. Bernalar kritis, gotong royong, dan kebinekaan global secara terintegrasi dengan kompetensi literasi
berbicara-menulis
C. Kemampuan menggambar ilustrasi
D. Kemampuan berhitung numerik
E. Kemampuan menghafal rumus tata bahasa tanpa konteks
Indikator: Menganalisis integrasi profil pelajar dalam pembelajaran bahasa — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
PEDAGOGIK – MANAJEMEN KELAS
46. Ketika beberapa siswa terlihat pasif dan enggan berpendapat dalam diskusi teks berita, pendekatan
yang paling selaras dengan prinsip Kurikulum Berbasis Cinta untuk menumbuhkan partisipasi adalah ...
A. Memaksa siswa berbicara dengan menunjuk secara mendadak tanpa persiapan agar disiplin
B. Menciptakan ruang aman melalui pertanyaan pemantik terbuka, memberi waktu berpikir
(think-pair-share), dan mengapresiasi setiap kontribusi sekecil apa pun tanpa menghakimi
C. Mengabaikan siswa pasif dan hanya fokus pada siswa yang aktif
D. Memberikan sanksi nilai bagi siswa yang tidak berbicara
E. Membiarkan diskusi berjalan tanpa fasilitasi apa pun
Indikator: Mengevaluasi strategi pengelolaan kelas berbasis relasi (bukan kontrol otoriter) — Level Kognitif: C5
(Mengevaluasi)
PEDAGOGIK – REFLEKSI GURU
47. Setelah pembelajaran menulis teks laporan berakhir dan hasil belajar siswa di bawah harapan,
langkah reflektif paling tepat yang mencerminkan kompetensi profesional dan pedagogik guru secara
utuh adalah ...
A. Menyalahkan siswa sepenuhnya atas rendahnya hasil belajar
B. Menganalisis kembali kesesuaian tujuan, strategi, dan asesmen yang digunakan; mengumpulkan
umpan balik siswa; lalu merancang perbaikan pembelajaran berikutnya berdasarkan data tersebut
C. Mengulang metode yang sama tanpa evaluasi karena keterbatasan waktu
D. Menurunkan standar kompetensi agar seluruh siswa dinyatakan tuntas
E. Mengabaikan hasil belajar karena dianggap bukan tanggung jawab guru mata pelajaran
Indikator: Mengevaluasi praktik refleksi guru sebagai bagian pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) — Level
Kognitif: C5 (Mengevaluasi)
PEDAGOGIK – LITERASI DIGITAL48. Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dikatakan mendukung
pembelajaran mendalam (bukan sekadar gimmick) apabila ...
A. Digunakan sekadar sebagai hiburan pengisi waktu luang
B. Digunakan secara terintegrasi untuk memperluas akses sumber belajar autentik, memfasilitasi
kolaborasi, dan mendukung proses berpikir kritis-reflektif siswa terhadap suatu teks
C. Menggantikan seluruh peran guru dalam kelas
D. Digunakan tanpa kaitan dengan tujuan pembelajaran yang jelas
E. Hanya digunakan untuk memberikan kuis pilihan ganda berulang-ulang
Indikator: Menganalisis pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran mendalam bahasa — Level Kognitif: C4 (Menganalisis)
PEDAGOGIK – ETIKA & PROFESIONALITAS GURU
49. Dalam satu kelas terdapat siswa dengan kemampuan berbahasa yang sangat beragam, termasuk
siswa yang mengalami kesulitan membaca (belum lancar). Sikap profesional guru Bahasa Indonesia
yang paling tepat, selaras dengan semangat memanusiakan (Kurikulum Cinta) sekaligus prinsip
pedagogik inklusif, adalah ...
A. Meminta siswa tersebut pindah ke kelas lain
B. Memberikan pendampingan individual bertahap, menyesuaikan bahan bacaan sesuai level
kemampuan, serta melibatkan siswa dalam kegiatan kelompok yang mendukung tanpa
mempermalukannya
C. Mengabaikan siswa tersebut karena keterbatasan waktu mengajar
D. Memberi nilai rendah tanpa upaya intervensi
E. Meminta orang tua untuk mengambil alih sepenuhnya proses belajar membaca di rumah tanpa
dukungan sekolah
Indikator: Mengevaluasi sikap profesional guru dalam menghadapi keberagaman kemampuan siswa — Level Kognitif: C5
(Mengevaluasi)
PEDAGOGIK – SINTESIS KURIKULUM CINTA & DEEP LEARNING
50. Seorang guru merancang proyek 'Surat untuk Diriku 10 Tahun Mendatang' yang memadukan
kompetensi menulis surat pribadi dengan refleksi nilai kehidupan, dikerjakan melalui tahap: eksplorasi
diri, menulis draf, berbagi dalam kelompok kecil yang saling menguatkan, revisi mandiri, hingga
penyimpanan surat dalam kapsul waktu kelas. Rancangan ini PALING TEPAT mencerminkan integrasi
menyeluruh antara ...
A. Hanya aspek kognitif tanpa keterlibatan afektif siswa
B. Mindful-meaningful-joyful learning (pembelajaran mendalam) dengan prinsip relasi hangat,
penerimaan, dan penguatan emosional antarsiswa (Kurikulum Berbasis Cinta), sekaligus capaian
kompetensi menulis yang autentik
C. Sekadar hiburan kelas tanpa capaian kompetensi literasi
D. Penilaian sumatif berbasis tes objektif semata
E. Hafalan struktur surat pribadi tanpa proses reflektif
Indikator: Merancang skenario pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta
secara utuh — Level Kognitif: C6 (Mencipta)KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
1. Kunci: B — Kalimat efektif menuntut subjek yang jelas. Opsi A, C, D, dan E rancu karena preposisi (daripada,
dari, di dalam) menempel pada subjek sehingga kalimat kehilangan subjek gramatikal. Opsi B tidak diawali
preposisi sehingga 'penelitian ini' berfungsi sebagai subjek yang jelas.
2. Kunci: A — Kaidah KTSP (Kalau bertemu awalan meN-, huruf K, T, S, P luluh) berlaku pada kata dasar
berawalan konsonan tersebut: sosialisasi → menyosialisasikan, bukan mensosialisasikan.
3. Kunci: B — Kalimat langsung didahului koma sebelum tanda petik, huruf pertama kutipan kapital, dan tanda
titik diletakkan sebelum tanda petik penutup — sesuai EYD Edisi V.
4. Kunci: B — Ini soal HOTS kebahasaan pragmatik: '-nya' pada 'kerja samanya' tidak merujuk pada antesenden
yang jelas (kesalahan kohesi referensial), sehingga kalimat baku seharusnya 'atas perhatian dan kerja sama
Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.'
5. Kunci: C — 'Meja hijau' bukan makna leksikal (meja berwarna hijau) melainkan makna kias yang merujuk
pada pengadilan — bentuk metafora/makna konotatif, bukan perubahan makna meluas/menyempit.
6. Kunci: B — Sama seperti soal nomor 1, preposisi 'bagi' di depan frasa nomina menjadikannya keterangan,
bukan subjek, sehingga kalimat kehilangan subjek. Perbaikan: 'Siswa yang belum mengumpulkan tugas harap
segera menghubungi wali kelas.'
7. Kunci: B — Hubungan antarkalimat bersifat sebab-akibat (konklusi logis dari premis), sehingga konjungsi
antarkalimat yang tepat adalah 'oleh karena itu', bukan konjungsi pertentangan seperti pada opsi lain.
8. Kunci: B — Ambiguitas struktural muncul karena 'baru' dapat melekat pada subjek (guru yang baru/guru baru)
atau berfungsi adverbial (baru saja datang) — ini kompetensi profesional linguistik tingkat analisis.
9. Kunci: C — Bentuk baku: praktik (bukan praktek), analisis (bukan analisa), sistematis, aktivitas (bukan
aktifitas).
10. Kunci: B — Kalimat sisipan harus menjadi jembatan logis antara kalimat sebelum (relasi hangat) dan
sesudah (dampak pada empati/rasa aman). Opsi B menjelaskan bagaimana relasi hangat itu dibangun, sehingga
koherensi paragraf terjaga.
11. Kunci: B — Register akademik memosisikan fenomena/objek kajian sebagai fokus (bukan penelitinya)
sehingga terkesan objektif — inilah fungsi retoris kalimat pasif dalam wacana ilmiah, bukan sekadar aturan kaku.
12. Kunci: A — Judul buku dicetak miring (dalam teks Platypus disimulasikan dengan huruf awal kapital tiap kata
penting) dan gelar 'Prof.' ditulis dengan huruf kapital pada awal serta diakhiri titik; opsi A paling konsisten
menerapkan kaidah tersebut.
13. Kunci: C — Bentuk baku hasil adaptasi: kualitas, kuantitas, frekuensi, standardisasi (bukan standarisasi,
karena diserap dari 'standard' + '-isasi' menjadi 'standardisasi').
14. Kunci: D — Klausa relatif 'yang rajin membaca' berfungsi sebagai atribut yang menerangkan nomina inti
'siswa', bukan sebagai unsur fungsional utama kalimat (S-P-O).
15. Kunci: C — Guru menyesuaikan ragam bahasa (formal-informal) sesuai konteks dan fungsi komunikasi —
inilah konsep register/diglosia dalam sosiolinguistik, bukan kesalahan atau alih kode antarbahasa.
16. Kunci: B — Penyair membandingkan dirinya secara langsung dengan 'binatang jalang' tanpa kata
pembanding (seperti/bagai) — ciri khas metafora.
17. Kunci: B — Soal HOTS menuntut menghubungkan nilai sastra dengan nilai afektif kurikulum (cinta, empati,
ketulusan) — bukan sekadar menangkap makna literal cerita.
18. Kunci: B — Narator mengetahui pikiran dan perasaan batin tokoh Ibu ('padahal perutnya sendiri
keroncongan') yang tidak diungkapkan tokoh secara verbal — ciri sudut pandang orang ketiga serbatahu.
19. Kunci: B — Ciri struktural drama adalah dialog antartokoh dan petunjuk pementasan
(kramagung/wawancang), berbeda dari prosa yang berbentuk narasi.20. Kunci: B — Pembelajaran mendalam menuntut proses berpikir tingkat tinggi (analisis-refleksi-transfer nilai ke
konteks nyata), bukan sekadar hafalan atau transmisi satu arah.
21. Kunci: B — Unsur ekstrinsik adalah unsur di luar teks yang memengaruhi penciptaan karya (biografi
pengarang, kondisi sosial-budaya-historis), berbeda dari unsur intrinsik (tema, alur, tokoh, latar, dsb.).
22. Kunci: B — Puisi lama terikat konvensi bentuk (jumlah baris, rima a-b-a-b, dsb.), sedangkan puisi baru
(modern) lebih bebas dalam struktur maupun gaya pengungkapan.
23. Kunci: C — Klimaks adalah titik puncak konflik dalam struktur alur, berbeda dari komplikasi (perkembangan
konflik) maupun resolusi (penyelesaian).
24. Kunci: B — Kurikulum Berbasis Cinta menekankan keterlibatan emosional dan relasi bermakna; pendekatan
apresiatif-reflektif inilah yang memanusiakan proses belajar sastra, bukan sekadar transfer kognitif.
25. Kunci: B — Kalimat bersifat seruan langsung yang ditujukan pada pihak tertentu (generasi muda) dengan
nada membangkitkan semangat — ciri gaya bahasa apostrof/seruan retoris yang lazim dalam orasi.
26. Kunci: B — Struktur baku teks eksposisi: tesis, argumentasi (rangkaian alasan/bukti), dan penegasan ulang
pendapat.
27. Kunci: B — Ini soal HOTS menilai kemampuan guru mengevaluasi penalaran (bukan sekadar tata bahasa)
— kesalahan generalisasi berlebih adalah kesalahan logika berpikir (logical fallacy) yang penting dikenali guru
saat menilai esai argumentatif.
28. Kunci: B — Teks laporan hasil observasi bersifat objektif-umum (klasifikasi kelas/kategori berbasis fakta
pengamatan), sedangkan teks deskripsi berfokus pada penggambaran objek khusus/tunggal.
29. Kunci: B — Mengevaluasi kredibilitas, bias, dan validitas sumber merupakan indikator literasi kritis, level
kognitif tertinggi dalam keterampilan membaca (evaluasi, bukan sekadar pemahaman literal).
30. Kunci: B — Tuturan berisi permintaan (pengajuan) yang direspons dengan penawaran bersyarat — tahap inti
struktur negosiasi sebelum tercapainya persetujuan akhir.
31. Kunci: B — Penilaian autentik keterampilan produktif (berbicara) memerlukan rubrik performa multiaspek,
bukan tes kognitif tertulis semata — sejalan dengan prinsip asesmen pembelajaran mendalam.
32. Kunci: A — Teks eksplanasi menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena (alam/sosial) sehingga pola
pengembangannya kausalitas atau kronologis, berbeda dari teks argumentasi maupun deskripsi.
33. Kunci: B — Teks prosedur menuntun pembaca melakukan tindakan bertahap sehingga didominasi kalimat
perintah, konjungsi urutan waktu (pertama, kemudian, lalu), dan verba tindakan (material).
34. Kunci: B — Menulis reflektif tanpa tekanan skor sejalan dengan prinsip pembelajaran mendalam (bermakna,
reflektif) dan Kurikulum Cinta (relasi aman, penerimaan tanpa syarat).
35. Kunci: B — Anekdot bukan sekadar humor, tetapi wahana kritik sosial yang disampaikan secara halus dan
mengandung unsur kebenaran/sindiran — inilah fungsi sosial khasnya.
36. Kunci: B — Mindful learning menekankan kesadaran penuh dan kehadiran utuh siswa dalam proses
mengalami, bukan sekadar hafalan atau reproduksi mekanis — sejalan dengan konsep observasi reflektif
sebelum berkarya.
37. Kunci: B — Meaningful learning menghubungkan materi dengan pengalaman autentik dan tujuan nyata
siswa sehingga pembelajaran memiliki relevansi hidup, bukan sekadar latihan formal terisolasi.
38. Kunci: B — Joyful learning bukan berarti kehilangan arah pembelajaran; kegembiraan harus tetap
berorientasi pada pencapaian kompetensi (dalam hal ini struktur narasi fantasi yang koheren).
39. Kunci: B — Kurikulum Berbasis Cinta menuntut guru menjaga rasa aman psikologis (psychological safety)
siswa sekaligus tetap memberikan koreksi yang membangun — bukan represif maupun permisif tanpa batas.
40. Kunci: C — Ini soal HOTS negatif (paling tidak mencerminkan): opsi C bersifat mengontrol dan mengancam,
bertentangan dengan semangat kebebasan berekspresi dan relasi penuh cinta yang mendukung, bukanmenekan.
41. Kunci: B — Asesmen HOTS menuntut proses analisis-evaluasi-argumentasi (level C4-C5 Taksonomi Bloom
revisi), bukan sekadar mengingat definisi atau istilah (C1).
42. Kunci: B — Assessment as learning menempatkan siswa sebagai agen aktif yang merefleksikan proses
belajarnya sendiri melalui self/peer-assessment, bukan sekadar objek penilaian guru.
43. Kunci: B — Prinsip constructive alignment menuntut kesesuaian antara tujuan (menganalisis/C4), aktivitas
(identifikasi-diskusi-analisis), dan asesmen (produk analisis) — opsi B satu-satunya yang koheren di ketiga aspek
tersebut.
44. Kunci: B — Diferensiasi proses berarti memvariasikan CARA siswa mengakses dan mengolah materi yang
sama (bukan mengubah tingkat kesulitan materi/konten), sesuai kebutuhan belajar masing-masing.
45. Kunci: B — Tema toleransi yang dikerjakan secara kolaboratif-reflektif membangun sekaligus kompetensi
literasi berbahasa dan dimensi karakter (bernalar kritis, gotong royong, kebinekaan global), bukan sekadar
keterampilan teknis tunggal.
46. Kunci: B — Prinsip relasional Kurikulum Cinta menumbuhkan partisipasi melalui rasa aman dan apresiasi,
bukan tekanan atau ancaman — strategi think-pair-share dengan apresiasi tanpa menghakimi adalah
pendekatan paling selaras.
47. Kunci: B — Refleksi profesional yang bermakna bersifat berbasis data dan berorientasi perbaikan
berkelanjutan (evaluasi tujuan-strategi-asesmen), sejalan dengan semangat Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB) yang diukur AKGTK.
48. Kunci: B — Teknologi bermakna ketika menjadi sarana memperdalam proses berpikir dan kolaborasi
bermakna, bukan sekadar alat hiburan atau pengganti interaksi manusiawi guru-siswa.
49. Kunci: B — Guru profesional dituntut menerapkan pembelajaran inklusif dan berdiferensiasi dengan penuh
penerimaan (nilai cinta) tanpa mempermalukan siswa, bukan menghindar atau melimpahkan tanggung jawab
sepenuhnya.
50. Kunci: B — Soal sintesis (C6) ini menguji kemampuan guru mengenali rancangan pembelajaran yang utuh:
proses reflektif-bermakna-menyenangkan (deep learning) berpadu dengan relasi saling menguatkan dan
penerimaan (Kurikulum Cinta), tanpa mengorbankan capaian kompetensi menulis yang autentik.
Dokumen ini disusun sebagai bahan latihan mandiri dalam rangka persiapan Asesmen Kompetensi Guru
dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Madrasah Tahun 2026, dengan semangat pembelajaran mendalam dan
Kurikulum Berbasis Cinta — bahwa penguatan kompetensi guru sejatinya bermuara pada tumbuhnya relasi
belajar yang bermakna, jujur, dan penuh penerimaan bagi peserta didik.
