NASKAH LATIHAN MANDIRI
ASESMEN KOMPETENSI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (AKGTK) MADRASAH TAHUN 2026
Berbasis HOTS • Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) • Kurikulum Cinta
Sasaran
Kepala Madrasah (Kamad) — RA/MI/MTs/MA/MAK
Dimensi yang Diukur
Manajerial (20 butir), Supervisi (15 butir), Kewirausahaan (15 butir)
Jumlah Soal
50 butir pilihan ganda (A, B, C, D, E)
Alokasi Waktu
150 menit (mengacu sesi Kamad, Kamis 08/10/2026)
Level Kognitif
Dominan L3: C4 menganalisis, C5 mengevaluasi, C6 mencipta
Bentuk Butir
Mayoritas berbasis kasus (situational judgement) dan analisis data
PETUNJUK UMUM
1. Berdoalah sebelum mengerjakan. Bacalah setiap kasus dengan cermat dan penuh kesadaran (mindful).
2. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat. Sebagian pengecoh merupakan tindakan yang benar, tetapi bukan yang terbaik atau bukan
langkah pertama.
3. Dasarkan pilihan pada prinsip tata kelola yang baik, keberpihakan pada murid, dan nilai keteladanan — bukan pada kebiasaan yang
lazim terjadi.
4. Kunci jawaban, pembahasan, dan kisi-kisi tersedia pada bagian akhir naskah — gunakan untuk refleksi diri, bukan sekadar
mencocokkan skor.
CATATAN PENTING: Naskah ini adalah bahan latihan mandiri yang disusun secara independen untuk persiapan AKGTK 2026,
bukan soal resmi, bocoran, atau terbitan Direktorat GTK Madrasah Kementerian Agama RI. Acuan resmi pelaksanaan tetap pada surat
Nomor B-86/Dt.I.II/KP.02/09/2026 dan juknis AKGTK 2026.
DIMENSI I — KOMPETENSI MANAJERIAL (Butir 1–20)
1. Menjelang penyusunan Rencana Kerja Madrasah (RKM), tim perumus mengusulkan agar program tahun lalu disalin dengan
penyesuaian angka anggaran saja, karena dinilai lebih efisien. Langkah kepala madrasah yang paling tepat adalah …
A. Menyetujui usulan karena program tahun lalu sudah terbukti berjalan.
B. Menolak usulan dan menyusun sendiri RKM agar lebih cepat selesai.
C. Mengembalikan proses pada Evaluasi Diri Madrasah dan rapor pendidikan, sehingga program yang disusun berangkat dari
data capaian dan akar masalah nyata.
D. Menyerahkan penyusunan RKM sepenuhnya kepada operator madrasah.
E. Menunda penyusunan RKM sampai ada arahan teknis dari Kantor Kementerian Agama.
Level C5 • perencanaan berbasis data
2. Rumusan visi madrasah yang paling memenuhi kaidah perumusan visi adalah …
A. "Melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan setiap hari."
B. "Terwujudnya generasi madrasah yang berakhlak mulia, unggul dalam literasi, dan peduli lingkungan pada tahun 2030."
C. "Meningkatkan jumlah peserta didik baru sebanyak 10% setiap tahun."
D. "Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang beragam dan bermutu."
E. "Menjadi madrasah terbaik tanpa kecuali di seluruh Indonesia."
Level C5 • visi, misi, dan tujuan madrasah
3. Rapor pendidikan madrasah menunjukkan: kemampuan literasi rendah, iklim keamanan madrasah rendah, dan kualitas
pembelajaran sedang. Prioritas pembenahan yang paling tepat adalah …
A. Membenahi iklim keamanan lebih dahulu, karena rasa aman merupakan prasyarat agar peserta didik dapat belajar dan
intervensi literasi berjalan efektif.
B. Menambah jam pelajaran Bahasa Indonesia untuk mengejar capaian literasi.
C. Memperbaiki seluruh indikator secara serentak agar tidak ada yang tertinggal.
D. Memfokuskan anggaran pada pengadaan buku bacaan sebanyak-banyaknya.
E. Menunggu hasil rapor tahun berikutnya untuk memastikan datanya konsisten.
Level C5 • analisis rapor pendidikan dan penetapan prioritas
4. Praktik yang paling mencerminkan kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) seorang kepala madrasah adalah
…
A. Memastikan seluruh administrasi guru lengkap sebelum pengawas datang.
B. Menyelesaikan seluruh urusan keuangan dan sarana agar guru tidak terganggu.
C. Menghadiri setiap undangan dinas untuk menjaga hubungan baik.
D. Menyediakan waktu rutin masuk kelas, menganalisis capaian belajar murid bersama guru, dan memimpin komunitas belajar
untuk memperbaiki praktik mengajar.
E. Mendelegasikan urusan akademik sepenuhnya kepada wakil kepala bidang kurikulum.
Level C4 • kepemimpinan pembelajaran5. Beberapa guru senior menolak penerapan pembelajaran mendalam dengan alasan "cara lama sudah terbukti". Tindakan kepala
madrasah yang paling efektif adalah …
A. Menerbitkan surat edaran yang mewajibkan penerapan disertai sanksi.
B. Membiarkan mereka mengajar dengan cara lama demi menjaga keharmonisan.
C. Mengganti mereka dengan guru muda pada kelas-kelas utama.
D. Mengumumkan daftar guru yang belum menerapkan dalam rapat dewan guru.
E. Mengajak mereka menguji coba pada satu topik, mendampingi prosesnya, lalu membahas bersama bukti perubahan
keterlibatan dan hasil belajar murid.
Level C5 • manajemen perubahan
6. Dua guru berselisih karena pembagian jam mengajar dan saling menyindir di grup madrasah. Langkah pertama kepala
madrasah yang paling tepat adalah …
A. Memanggil keduanya bersama seluruh dewan guru untuk diberi teguran.
B. Membubarkan grup percakapan madrasah agar konflik berhenti.
C. Menyerahkan penyelesaian kepada wakil kepala madrasah.
D. Menemui masing-masing secara terpisah untuk memahami persoalan dan kepentingan sebenarnya, sebelum
mempertemukan keduanya mencari solusi bersama.
E. Mengubah jadwal mengajar keduanya tanpa pembicaraan agar segera selesai.
Level C5 • manajemen konflik
7. Kepala madrasah harus memutuskan penggunaan dana mendesak untuk perbaikan atap kelas yang bocor pada musim hujan.
Gaya pengambilan keputusan yang paling tepat dalam situasi tersebut adalah …
A. Musyawarah panjang dengan seluruh warga madrasah hingga tercapai mufakat.
B. Menunggu rapat komite yang dijadwalkan dua bulan lagi.
C. Mengambil keputusan cepat berbasis data kerusakan dan aturan penggunaan dana, lalu segera menyampaikannya secara
terbuka kepada warga madrasah dan komite.
D. Menyerahkan keputusan kepada bendahara karena menyangkut anggaran.
E. Mengumpulkan sumbangan dari orang tua tanpa mekanisme resmi.
Level C5 • pengambilan keputusan situasional
8. Prinsip pengelolaan dana bantuan pemerintah di madrasah yang paling tepat adalah …
A. Cukup dicatat oleh bendahara dan dilaporkan pada akhir tahun anggaran.
B. Direncanakan partisipatif, dibelanjakan sesuai peruntukan, dibukukan tertib, dipertanggungjawabkan tepat waktu, dan
dipublikasikan kepada warga madrasah.
C. Diutamakan untuk kebutuhan yang paling mudah dipertanggungjawabkan.
D. Dikelola sepenuhnya oleh kepala madrasah agar keputusan lebih cepat.
E. Disimpan sebagian sebagai cadangan tanpa dicantumkan dalam laporan.
Level C4 • akuntabilitas keuangan
9. Sebuah madrasah memiliki 360 peserta didik dengan dana bantuan operasional Rp1.400.000,00 per peserta didik per tahun.
Madrasah merencanakan 20% dari total dana untuk pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Besar alokasi
tersebut adalah …
A. Rp50.400.000,00
B. Rp75.600.000,00
C. Rp100.800.000,00
D. Rp126.000.000,00
E. Rp151.200.000,00
Level C4 • perencanaan anggaran
10. Dana terbatas, sedangkan kebutuhan mendesak meliputi: (1) perbaikan toilet peserta didik yang rusak; (2) pengadaan
proyektor tambahan; (3) pengecatan pagar depan; (4) pelatihan guru tentang asesmen. Skala prioritas yang paling tepat adalah …
A. (1), (4), (2), (3) — mendahulukan kesehatan dan keselamatan murid serta mutu pembelajaran.
B. (3), (2), (1), (4) — mendahulukan citra madrasah di mata masyarakat.
C. (2), (3), (4), (1) — mendahulukan sarana yang terlihat modern.
D. (4), (3), (2), (1) — mendahulukan kegiatan yang mudah dilaporkan.
E. (2), (1), (3), (4) — mendahulukan kebutuhan guru dalam mengajar.
Level C5 • skala prioritas dan keberpihakan pada murid
11. Madrasah tsanawiyah menerima 288 peserta didik baru. Jika jumlah maksimal peserta didik per rombongan belajar adalah 32
orang, jumlah rombongan belajar minimal yang harus disiapkan adalah …
A. 8 rombel
B. 9 rombel
C. 10 rombel
D. 11 rombel
E. 12 rombel
Level C3 • pengelolaan kesiswaan
12. Seorang peserta didik melontarkan ujaran yang merendahkan keyakinan kelompok lain di media sosial, dan hal itu menjadi
perbincangan warga madrasah. Tindakan kepala madrasah yang paling tepat adalah …
A. Langsung mengeluarkan peserta didik tersebut agar menjadi pelajaran bagi yang lain.
B. Menutup kasus secara diam-diam agar nama madrasah tidak tercoreng.
C. Menangani kasus secara mendidik — mengklarifikasi, melibatkan orang tua dan guru BK, memulihkan pihak yang
terdampak, lalu memperkuat program penguatan moderasi beragama secara sistemik.
D. Meminta peserta didik menghapus unggahan dan menganggap persoalan selesai.
E. Menyerahkan seluruh penanganan kepada aparat penegak hukum.
Level C5 • budaya madrasah • moderasi beragama • cinta sesama13. Kepala madrasah ingin membangun budaya belajar bersama di kalangan guru. Strategi yang paling berkelanjutan adalah …
A. Mengirim guru mengikuti seminar sebanyak mungkin setiap semester.
B. Mewajibkan guru membuat laporan bacaan setiap bulan.
C. Memberikan penghargaan uang bagi guru yang paling rajin mengikuti pelatihan.
D. Mendatangkan narasumber luar setiap awal tahun pelajaran.
E. Membentuk komunitas belajar dalam madrasah dengan jadwal tetap, agenda berbasis masalah nyata di kelas, dan siklus
refleksi yang dipimpin bergiliran oleh guru.
Level C5 • pengembangan SDM
14. Ditemukan perbedaan antara jumlah peserta didik pada data EMIS dan data riil di kelas menjelang batas waktu
pemutakhiran. Tindakan kepala madrasah yang paling tepat adalah …
A. Menugaskan verifikasi berjenjang oleh wali kelas terhadap dokumen peserta didik, memperbaiki data sesuai keadaan
sebenarnya, lalu menetapkan mekanisme pemutakhiran berkala agar tidak berulang.
B. Menyesuaikan data riil agar sama dengan data EMIS supaya tidak menimbulkan pertanyaan.
C. Membiarkan selisih kecil karena tidak berpengaruh signifikan.
D. Menyerahkan sepenuhnya kepada operator tanpa pengendalian.
E. Menunda pemutakhiran hingga tahun pelajaran berikutnya.
Level C5 • tata kelola data dan integritas
15. Peran komite madrasah yang sesuai dengan ketentuan tata kelola adalah …
A. Menentukan penempatan dan mutasi guru di madrasah.
B. Menetapkan besaran iuran wajib bagi seluruh orang tua peserta didik.
C. Mengelola langsung keuangan madrasah bersama bendahara.
D. Memberi pertimbangan, dukungan, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan, serta menjadi mediator antara
madrasah dan masyarakat.
E. Menentukan kurikulum dan jadwal pembelajaran madrasah.
Level C4 • hubungan madrasah dan masyarakat
16. Urutan siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) madrasah yang tepat adalah …
A. Perencanaan → pemetaan mutu → pelaksanaan → penetapan standar → evaluasi.
B. Pemetaan mutu → penyusunan rencana pemenuhan mutu → pelaksanaan pemenuhan mutu → evaluasi/audit mutu →
penetapan standar mutu baru.
C. Akreditasi → pemetaan mutu → perencanaan → pelaksanaan → pelaporan.
D. Penetapan standar → pelaporan → pemetaan → perencanaan → evaluasi.
E. Pelaksanaan → evaluasi → pemetaan → perencanaan → pelaporan.
Level C4 • penjaminan mutu
17. Madrasah berada di kawasan rawan banjir. Wujud manajemen risiko yang paling tepat adalah …
A. Meliburkan peserta didik setiap kali turun hujan deras.
B. Memindahkan seluruh dokumen ke lantai atas saat banjir datang.
C. Menyusun peta risiko, prosedur tanggap darurat, jalur evakuasi, penyelamatan dokumen dan data, serta melatihnya secara
berkala bersama seluruh warga madrasah.
D. Mengasuransikan seluruh aset madrasah sebagai satu-satunya langkah.
E. Mengusulkan relokasi madrasah dan menunggu persetujuan anggaran.
Level C5 • manajemen risiko dan keselamatan
18. Kepala madrasah dinilai selalu sibuk karena hampir semua urusan ditanganinya sendiri. Perbaikan yang paling tepat adalah …
A. Menambah jam kerja dan datang lebih pagi setiap hari.
B. Mengurangi jumlah program madrasah agar beban berkurang.
C. Mengangkat lebih banyak wakil kepala madrasah tanpa uraian tugas.
D. Mendelegasikan kewenangan disertai uraian tugas, target, dan mekanisme pelaporan yang jelas, sambil membina
kemampuan penerima delegasi.
E. Menyerahkan tugas kepada guru yang paling senior tanpa pendampingan.
Level C5 • pendelegasian dan kaderisasi
19. Beberapa guru bukan ASN mengeluhkan honor yang kecil dan mulai menurun motivasinya. Langkah kepala madrasah yang
paling tepat dan berkelanjutan adalah …
A. Menjanjikan kenaikan honor tanpa kepastian sumber dana.
B. Meminta guru bersabar karena keterbatasan anggaran adalah hal biasa.
C. Mengurangi jumlah guru agar honor yang tersedia dapat dibagi lebih besar.
D. Menaikkan iuran orang tua untuk menutupi kekurangan honor.
E. Mengoptimalkan alokasi anggaran yang sah, mengembangkan sumber pendapatan halal madrasah, sekaligus memperkuat
penghargaan nonfinansial seperti pengembangan karier dan pengakuan atas prestasi.
Level C5 • kesejahteraan dan motivasi SDM • cinta sesama
20. Penerapan Kurikulum Cinta pada tataran kebijakan madrasah paling tepat diwujudkan melalui …
A. Penyelarasan seluruh kebijakan madrasah — tata tertib, pembiasaan, penanganan pelanggaran, hingga relasi guru-murid —
agar konsisten menumbuhkan kasih sayang, penghormatan pada keragaman, dan kepedulian terhadap sesama dan alam.
B. Penambahan slogan dan spanduk bertema cinta di lingkungan madrasah.
C. Penambahan satu mata pelajaran khusus bernama Kurikulum Cinta.
D. Pelaksanaan kegiatan bakti sosial sekali dalam satu tahun pelajaran.
E. Penghapusan seluruh sanksi bagi peserta didik yang melanggar tata tertib.
Level C5 • Kurikulum Cinta pada tataran kebijakan
DIMENSI II — KOMPETENSI SUPERVISI (Butir 21–35)21. Prinsip supervisi akademik yang paling tepat adalah …
A. Bersifat rahasia agar guru tidak merasa diawasi.
B. Bersifat mendadak agar tergambar keadaan yang sebenarnya.
C. Bersifat menilai untuk menentukan peringkat guru di madrasah.
D. Bersifat administratif untuk memastikan kelengkapan dokumen guru.
E. Bersifat kolegial, berkelanjutan, objektif, dan berorientasi pada perbaikan praktik mengajar demi peningkatan hasil belajar
murid.
Level C4 • prinsip supervisi akademik
22. Urutan tahapan supervisi klinis yang tepat adalah …
A. Observasi kelas → pertemuan awal → pertemuan balikan.
B. Pertemuan awal → pertemuan balikan → observasi kelas.
C. Pertemuan awal (kesepakatan fokus dan instrumen) → observasi kelas → pertemuan balikan dan penyusunan rencana tindak
lanjut.
D. Penilaian kinerja → observasi kelas → pelaporan kepada pengawas.
E. Observasi kelas → penilaian → pemberian sanksi atau penghargaan.
Level C4 • tahapan supervisi klinis
23. Seorang guru berpengalaman dengan kinerja baik dan kemampuan refleksi tinggi akan disupervisi. Pendekatan supervisi yang
paling sesuai adalah …
A. Direktif, dengan memberikan instruksi rinci tentang cara mengajar yang benar.
B. Direktif, dengan memberikan contoh mengajar langsung di depan kelasnya.
C. Kolaboratif, dengan menyusun bersama seluruh langkah perbaikan.
D. Non-direktif, dengan mendengarkan refleksi guru dan mendorongnya merumuskan sendiri perbaikan yang akan dilakukan.
E. Tidak perlu disupervisi karena kinerjanya sudah baik.
Level C5 • pendekatan supervisi diferensial
24. Kepala madrasah ingin menyupervisi kualitas interaksi guru-murid dalam pembelajaran. Instrumen yang paling tepat adalah
…
A. Lembar observasi dengan indikator perilaku teramati disertai catatan anekdot dan rekaman waktu bicara guru-murid.
B. Angket kepuasan orang tua terhadap guru yang bersangkutan.
C. Daftar periksa kelengkapan modul ajar dan perangkat administrasi.
D. Rekapitulasi nilai ulangan harian peserta didik selama satu semester.
E. Daftar hadir guru dan catatan keterlambatan masuk kelas.
Level C5 • instrumen supervisi
25. Pada pertemuan balikan, kepala madrasah menemukan bahwa guru mendominasi pembicaraan selama hampir seluruh jam
pelajaran. Cara menyampaikan balikan yang paling tepat adalah …
A. "Cara mengajar Bapak terlalu berpusat pada guru, harus segera diubah."
B. "Dari catatan saya, murid berbicara sekitar tiga menit dari 60 menit pembelajaran. Menurut Bapak, apa yang membuat hal
itu terjadi, dan apa yang mungkin bisa kita coba pada pertemuan berikutnya?"
C. "Secara umum pembelajaran Bapak sudah baik, lanjutkan saja."
D. "Banyak guru lain sudah menerapkan diskusi kelompok, Bapak sebaiknya mengikuti."
E. "Saya akan mencatat temuan ini dalam penilaian kinerja Bapak."
Level C5 • umpan balik supervisi berbasis data
26. Dalam percakapan coaching, peran kepala madrasah yang paling tepat adalah …
A. Memberikan nasihat terbaik berdasarkan pengalaman pribadinya.
B. Menggali tujuan, memetakan kenyataan, membuka alternatif, dan menuntun guru menetapkan sendiri komitmen
tindakannya melalui pertanyaan terbuka.
C. Menganalisis kelemahan guru lalu menyampaikan solusi yang harus dijalankan.
D. Mengevaluasi hasil kerja guru dan menetapkan targetnya.
E. Mengajarkan teknik mengajar yang dikuasai kepala madrasah.
Level C4 • coaching dan mentoring
27. Hasil supervisi akademik terhadap 24 guru adalah sebagai berikut.
Kategori
Amat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Jumlah guru
6
10
6
2
Persentase guru yang berada pada kategori Baik dan Amat Baik adalah …
A. 8,3%
B. 25,0%
C. 33,3%
D. 41,7%
E. 66,7%
Level C4 • analisis data hasil supervisi
28. Berdasarkan data pada butir 27, tindak lanjut yang paling tepat adalah …
A. Mengulang supervisi terhadap seluruh guru pada semester yang sama.
B. Memberikan pelatihan seragam kepada seluruh guru dengan materi yang sama.
C. Melaporkan guru berkategori kurang kepada pengawas untuk ditindaklanjuti.
D. Menyusun tindak lanjut berjenjang: pendampingan intensif bagi 8 guru berkategori cukup dan kurang, penguatan bagi yang
baik, serta pelibatan guru amat baik sebagai mentor sebaya.
E. Menghentikan program supervisi karena mayoritas guru sudah baik.
Level C5 • tindak lanjut supervisi29. Supervisi manajerial terhadap tenaga perpustakaan madrasah paling tepat difokuskan pada …
A. Ketertiban pengelolaan koleksi, layanan pemustaka, serta kontribusi program perpustakaan terhadap peningkatan budaya
literasi peserta didik.
B. Kerapian penataan meja dan kebersihan ruang perpustakaan semata.
C. Jumlah buku yang dibeli pada tahun anggaran berjalan.
D. Kedisiplinan kehadiran tenaga perpustakaan setiap hari kerja.
E. Kelengkapan dokumen kepegawaian tenaga perpustakaan.
Level C5 • supervisi manajerial tenaga kependidikan
30. Seorang guru memperoleh total skor Penilaian Kinerja Guru sebesar 48 dari skor maksimal 56. Nilai PKG dan sebutan
kategorinya adalah … (Amat Baik 91–100; Baik 76–90; Cukup 61–75; Sedang 51–60; Kurang ≤50)
A. 85,71 dengan sebutan Baik.
B. 85,71 dengan sebutan Cukup.
C. 75,00 dengan sebutan Cukup.
D. 91,43 dengan sebutan Amat Baik.
E. 116,67 dengan sebutan Amat Baik.
Level C4 • penilaian kinerja guru
31. Praktik lesson study yang dipimpin kepala madrasah paling tepat digambarkan sebagai …
A. Penilaian bersama terhadap guru model oleh seluruh peserta.
B. Pelatihan berjenjang dengan narasumber dari luar madrasah.
C. Siklus merancang pembelajaran bersama, mengamati proses belajar murid (bukan menilai guru), lalu merefleksikannya
untuk perbaikan rancangan berikutnya.
D. Kunjungan kelas terjadwal untuk mengisi instrumen penilaian kinerja.
E. Lomba praktik mengajar antarguru dalam satu rumpun mata pelajaran.
Level C4 • lesson study
32. Seorang guru tampak sangat cemas dan mengajar tidak seperti biasanya ketika disupervisi. Tindakan kepala madrasah yang
paling tepat adalah …
A. Menghentikan observasi dan menjadwalkannya kembali tanpa pemberitahuan.
B. Menyelesaikan observasi, lalu pada pertemuan balikan membuka percakapan dari sisi guru, menegaskan tujuan supervisi
sebagai pendampingan, dan menyepakati fokus perbaikan yang dipilih guru.
C. Mencatat seluruh kelemahan dan menyampaikannya dalam rapat dewan guru.
D. Membatalkan supervisi bagi guru tersebut pada tahun berjalan.
E. Meminta guru mengulang pembelajaran saat itu juga hingga sesuai harapan.
Level C5 • etika dan iklim supervisi
33. Dalam menyupervisi penerapan pembelajaran mendalam, indikator utama yang paling tepat diamati adalah …
A. Kelengkapan modul ajar dan kesesuaian format penulisannya.
B. Ketepatan waktu guru memulai dan mengakhiri pembelajaran.
C. Banyaknya media digital yang digunakan dalam satu pertemuan.
D. Kualitas keterlibatan berpikir murid: kedalaman pertanyaan, keberanian menyampaikan alasan, keterkaitan materi dengan
pengalaman nyata, dan adanya ruang refleksi.
E. Keterlibatan murid dalam menjawab pertanyaan secara serentak dan cepat.
Level C5 • supervisi pembelajaran mendalam
34. Hasil supervisi menunjukkan guru menggunakan salindia (slide) berisi teks padat yang dibacakan sepanjang pembelajaran.
Rekomendasi yang paling tepat adalah …
A. Mengarahkan guru menempatkan teknologi sebagai alat bantu berpikir murid — misalnya menyajikan data, simulasi, atau
pemantik diskusi — bukan sebagai pengganti penjelasan dan interaksi.
B. Melarang guru menggunakan salindia dalam pembelajaran.
C. Meminta guru memperbanyak animasi agar salindia lebih menarik.
D. Mengganti salindia dengan buku teks konvensional.
E. Membiarkan karena penggunaan teknologi sudah merupakan kemajuan.
Level C5 • supervisi pemanfaatan TIK
35. Indikator keberhasilan program supervisi akademik yang paling kuat adalah …
A. Seluruh guru telah disupervisi sesuai jadwal yang ditetapkan.
B. Seluruh instrumen dan laporan supervisi terdokumentasi lengkap.
C. Tingkat kepuasan guru terhadap pelaksanaan supervisi tergolong tinggi.
D. Jumlah temuan kelemahan guru menurun dibanding tahun sebelumnya.
E. Terjadi perubahan praktik mengajar yang terverifikasi dan meningkatnya kualitas belajar murid.
Level C5 • evaluasi program supervisi
DIMENSI III — KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN (Butir 36–50)
36. Makna kompetensi kewirausahaan bagi kepala madrasah yang paling tepat adalah …
A. Kemampuan mendirikan dan menjalankan usaha untuk menambah penghasilan madrasah.
B. Kemampuan menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.
C. Sikap dan kemampuan menciptakan inovasi, bekerja keras, pantang menyerah, dan memiliki naluri kewirausahaan dalam
mengelola madrasah demi kemajuan belajar murid — unit usaha hanyalah salah satu wujudnya.
D. Kemampuan mencari sumber dana tambahan dari masyarakat dan alumni.
E. Kemampuan memasarkan madrasah agar jumlah pendaftar meningkat.
Level C4 • hakikat kompetensi kewirausahaan37. Madrasah berada di daerah sentra pengrajin anyaman bambu, tetapi minat masyarakat menyekolahkan anak ke madrasah
menurun. Program unggulan yang paling tepat dikembangkan adalah …
A. Membuka kelas unggulan olimpiade sains dengan seleksi ketat.
B. Mengembangkan program kewirausahaan berbasis kriya bambu yang terintegrasi dengan pembelajaran dan melibatkan
pengrajin setempat sebagai mitra dan narasumber.
C. Menurunkan biaya pendidikan serendah mungkin agar lebih menarik.
D. Menambah kegiatan ekstrakurikuler sebanyak mungkin.
E. Memasang iklan besar-besaran di jalan utama desa.
Level C5 • inovasi berbasis potensi lokal • cinta tanah air
38. Analisis SWOT madrasah menunjukkan: kekuatan berupa guru yang solid, kelemahan berupa sarana laboratorium terbatas,
peluang berupa program CSR perusahaan di sekitar madrasah, dan ancaman berupa persaingan dengan sekolah negeri baru.
Strategi yang memanfaatkan peluang untuk mengatasi kelemahan (strategi W-O) adalah …
A. Meningkatkan promosi madrasah dengan mengandalkan soliditas guru.
B. Mengurangi praktikum karena laboratorium terbatas.
C. Menonjolkan keunggulan guru untuk menghadapi persaingan sekolah baru.
D. Mengajukan proposal kemitraan CSR untuk melengkapi sarana laboratorium madrasah.
E. Menunggu bantuan sarana dari pemerintah pusat.
Level C5 • analisis SWOT
39. Unit usaha madrasah memproduksi kemasan makanan ringan. Biaya tetap Rp3.000.000,00 per bulan, biaya variabel
Rp9.000,00 per unit, dan harga jual Rp15.000,00 per unit. Jumlah unit yang harus terjual agar mencapai titik impas (BEP) adalah
…
A. 200 unit
B. 250 unit
C. 333 unit
D. 375 unit
E. 500 unit
Level C4 • analisis titik impas
40. Koperasi madrasah memiliki modal usaha Rp12.000.000,00 dan memperoleh omzet Rp15.600.000,00 dalam satu periode,
dengan seluruh biaya telah diperhitungkan dalam modal tersebut. Persentase keuntungan terhadap modal adalah …
A. 18%
B. 23%
C. 25%
D. 30%
E. 36%
Level C4 • analisis keuntungan usaha
41. Harga pokok produksi satu unit produk unit usaha madrasah adalah Rp8.000,00. Jika madrasah menetapkan margin
keuntungan 25% dari harga pokok, harga jual per unit adalah …
A. Rp8.250,00
B. Rp9.000,00
C. Rp10.000,00
D. Rp10.667,00
E. Rp12.000,00
Level C3 • penetapan harga jual
42. Nilai utama keberadaan unit produksi di madrasah yang paling tepat adalah …
A. Menjadi wahana belajar nyata bagi peserta didik dalam berwirausaha, sementara keuntungan finansial merupakan manfaat
turunan.
B. Menjadi sumber pendapatan utama untuk menutupi kekurangan anggaran madrasah.
C. Menjadi sarana meningkatkan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan.
D. Menjadi bukti fisik keberhasilan kepala madrasah dalam berinovasi.
E. Menjadi daya tarik utama dalam penerimaan peserta didik baru.
Level C5 • unit produksi sebagai wahana belajar
43. Sebuah perusahaan menawarkan bantuan dana CSR dengan syarat logo perusahaan dipasang di seluruh ruang kelas dan
produknya dipromosikan kepada peserta didik. Sikap kepala madrasah yang paling tepat adalah …
A. Menerima seluruh syarat karena madrasah sangat membutuhkan dana.
B. Menolak seluruh bentuk kerja sama dengan pihak swasta.
C. Menerima dana dan mengabaikan syarat promosi setelah dana cair.
D. Menegosiasikan bentuk kerja sama yang tidak menjadikan peserta didik sebagai sasaran pemasaran, dengan kesepakatan
tertulis dan tetap terbuka kepada komite serta warga madrasah.
E. Menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada komite madrasah.
Level C5 • etika kemitraan • perlindungan murid
44. Madrasah menerima wakaf berupa sebidang tanah produktif. Pemanfaatan yang paling sesuai dengan prinsip wakaf produktif
adalah …
A. Mengelola tanah tersebut sebagai lahan produktif yang hasilnya dimanfaatkan berkelanjutan untuk madrasah, dengan pokok
wakaf tetap terjaga dan dikelola secara akuntabel.
B. Menjual tanah tersebut dan menggunakan hasilnya untuk pembangunan gedung.
C. Membiarkan tanah tersebut tetap kosong agar statusnya aman.
D. Menyewakannya kepada pengurus madrasah dengan harga khusus.
E. Menukarnya dengan aset lain yang lebih mudah dikelola tanpa prosedur resmi.
Level C5 • wakaf produktif • cinta Allah45. Pengelolaan hasil unit usaha madrasah yang paling tepat adalah …
A. Dicatat terpisah dari keuangan madrasah agar tidak memengaruhi laporan.
B. Digunakan langsung sesuai kebutuhan mendesak tanpa pembukuan rinci.
C. Dibagikan sebagai insentif kepada pengelola pada setiap akhir bulan.
D. Disimpan oleh kepala madrasah sebagai dana cadangan tak terduga.
E. Dibukukan tertib, diaudit internal, dilaporkan kepada komite dan warga madrasah, serta digunakan sesuai rencana yang
telah disepakati.
Level C5 • akuntabilitas hasil usaha
46. Rencana membuka usaha katering madrasah menghadapi kemungkinan bahan baku rusak, pesanan sepi, dan keluhan mutu.
Wujud manajemen risiko usaha yang paling tepat adalah …
A. Menyiapkan modal cadangan yang besar sebelum memulai usaha.
B. Membatalkan rencana usaha karena risikonya terlalu banyak.
C. Menyerahkan pengelolaan kepada pihak ketiga agar risiko berpindah.
D. Mengidentifikasi setiap risiko, menakar peluang dan dampaknya, lalu menyiapkan langkah pencegahan dan penanganan —
termasuk uji pasar skala kecil sebelum produksi penuh.
E. Memulai usaha dan memperbaiki masalah setelah muncul di lapangan.
Level C5 • manajemen risiko usaha
47. Strategi membangun citra madrasah yang paling berkelanjutan adalah …
A. Memperbanyak spanduk dan baliho menjelang penerimaan peserta didik baru.
B. Menampilkan hanya prestasi terbaik dan menyembunyikan kelemahan madrasah.
C. Membangun mutu layanan dan prestasi secara nyata, lalu mengomunikasikannya secara jujur dan konsisten melalui kanal
resmi serta kesaksian alumni dan orang tua.
D. Mengunggah kegiatan harian sebanyak mungkin ke media sosial.
E. Menyewa jasa promosi profesional dengan anggaran besar.
Level C5 • branding madrasah
48. Sebuah koperasi madrasah menawarkan pinjaman kepada guru dengan tambahan pengembalian tetap sebesar 10% dari
pokok pinjaman setiap bulan, tanpa kaitan dengan hasil usaha. Pertimbangan kepala madrasah yang paling tepat adalah …
A. Menyetujui karena keuntungan koperasi menjadi lebih pasti.
B. Meninjau ulang skema tersebut karena mengandung unsur riba, dan menggantinya dengan akad yang sesuai syariah seperti
murabahah, mudarabah, atau qardhul hasan.
C. Menyetujui selama seluruh anggota koperasi menyepakatinya.
D. Menurunkan tambahan pengembalian menjadi 5% agar lebih ringan.
E. Menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pengurus koperasi.
Level C5 • etika bisnis syariah • cinta Allah
49. Unit usaha budi daya ikan madrasah mengalami kerugian pada tahun pertama. Sikap kepala madrasah yang paling
mencerminkan jiwa kewirausahaan adalah …
A. Menghentikan seluruh program kewirausahaan agar tidak merugi lagi.
B. Menutupi kerugian dengan dana kegiatan lain agar tidak terlihat.
C. Mengalihkan tanggung jawab kerugian kepada guru pengelola.
D. Mengganti usaha dengan jenis lain yang sedang populer tanpa kajian.
E. Menganalisis penyebab kerugian bersama tim, memperbaiki proses yang bermasalah, dan menjadikannya bahan
pembelajaran nyata bagi peserta didik sebelum memutuskan langkah berikutnya.
Level C5 • pantang menyerah dan keteladanan
50. Madrasah menanamkan investasi Rp20.000.000,00 untuk peralatan unit usaha dan memperoleh laba bersih Rp5.000.000,00
per tahun. Tingkat pengembalian investasi (ROI) dan perkiraan waktu balik modal adalah …
A. 20% per tahun; balik modal 5 tahun.
B. 25% per tahun; balik modal 4 tahun.
C. 25% per tahun; balik modal 5 tahun.
D. 40% per tahun; balik modal 2,5 tahun.
E. 400% per tahun; balik modal 4 bulan.
Level C4 • analisis kelayakan investasiKUNCI JAWABAN
No
Kunci
No
Kunci
No
Kunci
No
Kunci
No
Kunci
1
C
11
B
21
E
31
C
41
C
2
B
12
C
22
C
32
B
42
A
3
A
13
E
23
D
33
D
43
D
4
D
14
A
24
A
34
A
44
A
5
E
15
D
25
B
35
E
45
E
6
D
16
B
26
B
36
C
46
D
7
C
17
C
27
E
37
B
47
C
8
B
18
D
28
D
38
D
48
B
9
C
19
E
29
A
39
E
49
E
10
A
20
A
30
A
40
D
50
B
PEMBAHASAN SINGKAT
1. C. Perencanaan madrasah harus berbasis bukti. EDM dan rapor pendidikan memastikan program menjawab akar masalah, bukan sekadar
mengulang kegiatan tahun lalu.
2. B. Visi yang baik berorientasi masa depan, menggambarkan kondisi ideal yang ingin dicapai, terukur, dan realistis. Pilihan lain merupakan
misi (kegiatan), target operasional, atau klaim yang tidak realistis.
3. A. Iklim keamanan merupakan prasyarat belajar. Tanpa rasa aman, intervensi literasi sulit berhasil, sehingga pembenahan iklim
didahulukan atau dijalankan sebagai fondasi.
4. D. Kepemimpinan pembelajaran berpusat pada proses belajar murid: kehadiran di kelas, analisis data capaian, dan pembinaan praktik
mengajar melalui komunitas belajar.
5. E. Perubahan diterima bila didasarkan pada pengalaman keberhasilan yang dirasakan sendiri. Uji coba terbatas dengan pendampingan
dan bukti dampak lebih efektif daripada instruksi atau tekanan.
6. D. Langkah pertama manajemen konflik adalah memahami kepentingan masing-masing pihak secara terpisah, sebelum mempertemukan
mereka untuk mencari solusi bersama.
7. C. Kepemimpinan situasional: situasi mendesak yang menyangkut keselamatan menuntut keputusan cepat berbasis data dan aturan,
dengan komunikasi terbuka setelahnya sebagai penjaga akuntabilitas.
8. B. Pengelolaan dana publik menuntut perencanaan partisipatif, kesesuaian peruntukan, pembukuan tertib, pertanggungjawaban tepat
waktu, dan keterbukaan informasi.
9. C. Total dana = 360 × Rp1.400.000,00 = Rp504.000.000,00. Alokasi 20% = Rp100.800.000,00.
10. A. Prioritas ditentukan oleh urgensi dan dampak pada murid: keselamatan dan kesehatan lebih dahulu, disusul peningkatan mutu
pembelajaran, baru kebutuhan estetika.
11. B. 288 : 32 = 9 rombongan belajar.
12. C. Penanganan harus mendidik dan sistemik: klarifikasi, pelibatan orang tua dan guru BK, pemulihan pihak terdampak, serta penguatan
program moderasi beragama agar tidak berulang.
13. E. Komunitas belajar dalam madrasah bersifat melekat pada pekerjaan sehari-hari, berbiaya rendah, dan berkelanjutan — berbeda dari
pelatihan sesaat yang bergantung pihak luar.
14. A. Integritas data menuntut verifikasi terhadap keadaan sebenarnya, bukan penyesuaian data riil agar cocok dengan sistem. Perbaikan
sistemik mencegah masalah berulang.
15. D. Komite madrasah berperan memberi pertimbangan, dukungan, pengawasan, dan menjadi mediator — bukan pelaksana manajemen
atau pengelola keuangan.
16. B. Siklus SPMI: pemetaan mutu → perencanaan pemenuhan → pelaksanaan → evaluasi/audit → penetapan standar mutu baru, lalu
berulang.
17. C. Manajemen risiko bersifat antisipatif dan sistemik: identifikasi risiko, prosedur tanggap darurat, jalur evakuasi, pengamanan data, dan
latihan berkala.
18. D. Pendelegasian efektif memerlukan kejelasan kewenangan, uraian tugas, target, mekanisme pelaporan, dan pembinaan — sekaligus
menjadi sarana kaderisasi kepemimpinan.
19. E. Solusi berkelanjutan memadukan optimalisasi anggaran yang sah, pengembangan pendapatan halal madrasah, dan penghargaan
nonfinansial, tanpa membebani orang tua.
20. A. Kurikulum Cinta bukan program tambahan, melainkan nilai yang harus konsisten tercermin dalam seluruh kebijakan, pembiasaan,
dan relasi di madrasah.
21. E. Supervisi akademik bersifat kolegial, objektif, berkelanjutan, dan bertujuan memperbaiki praktik mengajar demi hasil belajar murid —
bukan mengawasi atau memeringkat guru.
22. C. Supervisi klinis berlangsung dalam tiga tahap: pertemuan awal untuk menyepakati fokus dan instrumen, observasi kelas, lalu
pertemuan balikan dan rencana tindak lanjut.
23. D. Pendekatan supervisi disesuaikan dengan tingkat komitmen dan kemampuan berpikir abstrak guru. Guru berpengalaman dengan
refleksi tinggi paling tepat didampingi secara non-direktif.
24. A. Fokus supervisi menentukan instrumen. Kualitas interaksi hanya terekam melalui observasi perilaku teramati, catatan anekdot, dan
data proporsi bicara guru-murid.
25. B. Balikan efektif berangkat dari data teramati, bukan penilaian pribadi, dan diakhiri pertanyaan reflektif yang menempatkan guru
sebagai pemilik perbaikan.26. B. Dalam coaching, kepala madrasah bersikap sebagai mitra berpikir melalui pertanyaan terbuka, bukan pemberi nasihat, penilai, atau
pengajar.
27. E. (6 + 10) : 24 = 16/24 = 66,7%.
28. D. Tindak lanjut harus terdiferensiasi sesuai data: pendampingan intensif bagi 8 guru kategori cukup dan kurang, penguatan bagi yang
baik, dan pemberdayaan guru amat baik sebagai mentor sebaya.
29. A. Supervisi manajerial tenaga kependidikan menilai mutu layanan dan kontribusinya terhadap capaian madrasah, bukan sekadar
kerapian fisik atau kelengkapan administrasi.
30. A. Nilai PKG = (48/56) × 100 = 85,71, berada pada rentang 76–90 sehingga bersebutan Baik.
31. C. Ciri khas lesson study adalah pengamatan terhadap proses belajar murid, bukan penilaian terhadap guru model, dan berlangsung
dalam siklus rancang–amati–refleksi.
32. B. Kecemasan diatasi dengan membangun rasa aman: memulai balikan dari sudut pandang guru, menegaskan tujuan pendampingan,
dan memberi guru kendali atas fokus perbaikan.
33. D. Pembelajaran mendalam tampak pada kualitas keterlibatan berpikir murid — kedalaman pertanyaan, penalaran, keterkaitan dengan
pengalaman, dan ruang refleksi — bukan pada kelengkapan dokumen atau banyaknya media.
34. A. Dalam kerangka TPACK, teknologi seharusnya memperkaya proses berpikir murid, bukan sekadar memindahkan teks dari buku ke
layar.
35. E. Keterlaksanaan jadwal dan kelengkapan dokumen hanyalah indikator proses. Keberhasilan sesungguhnya terlihat pada perubahan
praktik mengajar dan peningkatan kualitas belajar murid.
36. C. Kompetensi kewirausahaan kepala madrasah mencakup inovasi, kerja keras, motivasi kuat, pantang menyerah, dan naluri
kewirausahaan — unit usaha hanya salah satu perwujudannya.
37. B. Inovasi paling kuat lahir dari potensi lokal dan melibatkan masyarakat, sehingga program bermakna bagi murid sekaligus
memulihkan kepercayaan masyarakat.
38. D. Strategi W-O memanfaatkan peluang eksternal (CSR) untuk menutup kelemahan internal (laboratorium terbatas).
39. E. Margin kontribusi = Rp15.000,00 − Rp9.000,00 = Rp6.000,00. BEP = Rp3.000.000,00 : Rp6.000,00 = 500 unit.
40. D. Keuntungan = Rp15.600.000,00 − Rp12.000.000,00 = Rp3.600.000,00. Persentase = 3.600.000/12.000.000 × 100% = 30%.
41. C. Harga jual = Rp8.000,00 + (25% × Rp8.000,00) = Rp10.000,00.
42. A. Unit produksi di lembaga pendidikan berfungsi utama sebagai wahana belajar nyata bagi peserta didik; keuntungan finansial adalah
manfaat ikutan, bukan tujuan utama.
43. D. Kemitraan tetap dapat diterima sepanjang murid tidak dijadikan sasaran pemasaran, kesepakatan dituangkan tertulis, dan prosesnya
terbuka kepada komite serta warga madrasah.
44. A. Prinsip wakaf produktif: pokok wakaf dijaga keutuhannya, sedangkan hasil pengelolaannya dimanfaatkan secara berkelanjutan dan
akuntabel untuk kemaslahatan.
45. E. Hasil usaha madrasah adalah dana publik yang menuntut pembukuan tertib, audit internal, pelaporan terbuka, dan penggunaan
sesuai rencana yang disepakati.
46. D. Manajemen risiko usaha menuntut identifikasi risiko, penakaran peluang dan dampak, langkah mitigasi, serta uji pasar skala kecil
sebelum produksi penuh.
47. C. Citra yang berkelanjutan bertumpu pada mutu nyata yang dikomunikasikan secara jujur dan konsisten, bukan pada promosi musiman
atau penyembunyian kelemahan.
48. B. Tambahan pengembalian tetap atas pokok pinjaman tanpa keterkaitan dengan hasil usaha mengandung unsur riba. Alternatifnya
adalah akad jual beli (murabahah), bagi hasil (mudarabah), atau pinjaman kebajikan (qardhul hasan).
49. E. Jiwa kewirausahaan tampak pada sikap pantang menyerah yang disertai evaluasi jujur: menganalisis penyebab, memperbaiki proses,
dan menjadikan kegagalan sebagai bahan belajar bagi murid.
50. B. ROI = 5.000.000/20.000.000 × 100% = 25% per tahun. Waktu balik modal = 20.000.000 : 5.000.000 = 4 tahun.KISI-KISI DAN SEBARAN BUTIR
No
Dimensi / Lingkup Kompetensi
Butir
Jumlah
Penekanan Nilai
1
Manajerial: perencanaan berbasis data,
visi-misi, prioritas program
1–3, 9, 10
5
Keberpihakan pada murid, akuntabilitas
2
Manajerial: kepemimpinan pembelajaran
dan pengelolaan SDM
4–6, 13, 18, 19
6
Cinta sesama, keteladanan, kaderisasi
3
Manajerial: keuangan, kesiswaan, sarana,
data, kemitraan
7, 8, 11, 14–17
7
Integritas, transparansi, keselamatan
4
Manajerial: budaya madrasah dan
Kurikulum Cinta
12, 20
2
Moderasi beragama, cinta sesama
5
Supervisi: prinsip, perencanaan, teknik, dan
instrumen
21–24, 27
5
Kolegialitas, objektivitas
6
Supervisi: balikan, coaching, dan tindak
lanjut
25, 26, 28, 30, 31
5
Pendampingan, PKB
7
Supervisi: manajerial tendik, etika,
pembelajaran mendalam, TIK, evaluasi
29, 32–35
5
Deep learning, TPACK, penghormatan
8
Kewirausahaan: jiwa wirausaha, inovasi,
dan analisis strategi
36–38, 49
4
Cinta tanah air, pantang menyerah
9
Kewirausahaan: analisis usaha dan
kelayakan finansial
39–41, 50
4
Literasi keuangan, kehati-hatian
10
Kewirausahaan: tata kelola, kemitraan,
etika, dan citra
42–48
7
Cinta Allah (syariah), perlindungan murid
Jumlah
1–50
50
Sebaran Dimensi Kompetensi
Jumlah Butir
Persentase
Manajerial
20
40%
Supervisi
15
30%
Kewirausahaan
15
30%
Sebaran Level Kognitif
Jumlah Butir
Persentase
L2 – Aplikasi (C3)
2
4%
L3 – Analisis (C4)
13
26%
L3 – Evaluasi & Mencipta (C5–C6)
35
70%
SARAN PEMANFAATAN
1. Kerjakan tanpa melihat kunci, dengan batas waktu 150 menit, untuk mensimulasikan kondisi asesmen sesungguhnya.
2. Butir Kamad umumnya berbentuk kasus dengan beberapa pilihan yang sama-sama benar. Biasakan bertanya: mana yang paling tepat,
mana yang merupakan langkah pertama, dan mana yang paling berkelanjutan.
3. Waspadai pengecoh yang menawarkan jalan pintas: menutupi masalah, memindahkan tanggung jawab, menunda tanpa alasan, atau
membebani orang tua dan guru.
4. Analisis kesalahan per dimensi menggunakan tabel kisi-kisi di atas, lalu susun rencana pengembangan diri — misalnya melalui
KKM/MKKM, pelatihan kepemimpinan madrasah, atau pendampingan pengawas.
5. Persiapkan aspek teknis sesuai surat resmi: instalasi Safe Exam Browser (SEB), pengecekan akun EMISGTK mulai 19 September
2026, dan uji coba login pada 19–20 September 2026.
Naskah Latihan Mandiri AKGTK Madrasah 2026 — Kepala Madrasah (Manajerial, Supervisi, Kewirausahaan)
Disusun sebagai bahan persiapan mandiri, bukan dokumen resmi Kementerian Agama RI.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar